Kontribusi Faktor Predisposisi dan Faktor Enabling terhadap Kepatuhan Antenatal Care pada Ibu Hamil di Puskesmas Sukamakmur Sibreh

Authors

  • Faradilla Safitri Universitas Ubudiyah Indonesia, Jln. Alue Naga Desa Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia
  • Asmaul Husna Universitas Ubudiyah Indonesia, Jln. Alue Naga Desa Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia
  • Fauziah Andika Universitas Ubudiyah Indonesia, Jln. Alue Naga Desa Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia
  • Ulfa Husna Dhirah Universitas Sari mutiara, Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33143/jhtm.v2i1.347

Keywords:

ANC, pendidikan, pengetahuan, paritas, jarak

Abstract

Masalah kematian dan kesakitan ibu di Indonesia masih merupakan masalah yang besar.Penyebab kematian ibu dan perinatal dapat dicegah dengan pemeriksaan kehamilan.Antenatal Care merupakan  komponen pelayanan kesehatan ibu hamil terpenting untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor predisposisi dan faktor enabling terhadap kepatuhan antenatal care pada ibu hamil. Jenis penelitian bersifat analitik dengan pendekatan crosssectional. Pengumpulan data dengan cara wawancara dan Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2014 sampai dengan 17 Januari 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variabel pendidikan (p value = 0.0001), pekerjaan (p value = 0.315), pengetahuan (p value = 0.003), paritas (p value = 0.041), jarak tempat pelayanan kesehatan (p value = 0.0001) dan pendapatan (p value = 0.390). Kesimpulannya adalah faktor pendidikan, pengetahuan, paritas dan jarak tempat pelayanan kesehatan memiliki kontribusi terhadap kepatuhan ibu hamil melakukan kunjungan antenatal care, sedangkan faktor pekerjaan dan pendapatan tidak memiliki kontribusi terhadap kepatuhan ibu hamil melakukan kunjungan antenatal care di Puskesmas Sukamakmur Sibreh.

References

Arwiani, Sekarwana dan Kusnadi.(2013). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Pelayanan Antenatal Di Puskesmas Kota Bandung. Di unduh dari : pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2014/03/tuni-arwiani-130920120037.pdf. Diakses tanggal 18 Januari 2015.

Chote, et.al. (2011). Explaining Ethnic Differences in Late Antenatal Care Entry by Predisposing, Enabling and Need Factors in the Netherlands. The Generation R Study.Diunduh:http://download.springer.com/static/pdf/278/art%253A10.1007%252Fs10995-010-06192.pdf?auth66=1351789680_bd76efdc46efb837c2d2d20f3c0734ef &ext=.pdf. Diakses tanggal 18 Januari 2015

Depkes RI. (2010). Profil Kesehatan Indonesia.Jakarta : Depkes RI.

Khan, et al. (2012).All Slums Are Not Equal : Maternal Health Conditions Among Two Urban Slum Dwellers. Indian Journal of Community Medicine 2012 Jan-Mar; 37 (1).

Kresno, S. (2008).Laporan Penelitian Study Pemanfaatan Posyandu di Kelurahan Cipinang Muara Kec.Jatinegara Kodya Jakarta Timur.Jakarta : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Manuaba.(2010). Buku Pengantar Kuliah Obstetric, Cetakan ke 2.Jakarta : EGC

Prawiroharjo, Sarwono. (2008). Ilmu Kebidanan.Jakarta : YBP-SP

Sinaga dan Rantono. (2009). Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Antenatal care Ibu Hamil Di Puskesmas Darussalam Medan Tahun 2009.Diunduh dari http://www.academia.edu/24044311/faktor_faktor_yang_mempengaruhi_kunjungan_antenatal_care_di_wilayah_kerja_puskesmas_darussalam_medan_tahun_2009.

Sudarma.(2008). Sosiologi untuk Kesehatan.Jakarta : Salemba Medika.

Wardhani dan Desi Lusiana. (2007). Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Antenatal di Puskesmas Tulungagung (sebagai upaya peningkatan cakupan K4).Surabaya : Universitas Hasanuddin

Downloads

Published

2019-05-16

Issue

Section

Articles