ANALISIS PERILAKU PANTANG MAKAN BERBASIS BUDAYA (FOOD TABOO) TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DAN IMPLIKASINYA PADA PELAYANAN ASUHAN KEBIDANAN

Authors

  • Sahbainur Rezeki
  • Faradilla Safitri
  • Eva Rosdiana

DOI:

https://doi.org/10.33143/jhtm.v10i1.4089

Abstract

Tingginya prevalensi anemia pada remaja putri di wilayah rural erat kaitannya dengan kebiasaan batasan asupan nutrisi yang dipengaruhi oleh budaya pantang makan (food taboo). Penelitian observasional analitik dengan pendekatan case-control study ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku pantang makan berbasis budaya terhadap kejadian anemia pada remaja putri serta implikasinya dalam asuhan kebidanan. Penelitian dilaksanakan pada bulan January hingga Maret 2024 di Gampong Blang Kucak, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah. Sampel penelitian berjumlah 60 remaja putri (30 kasus anemia dan 30 kontrol tidak anemia) yang dipilih menggunakan teknik fixed disease sampling. Pengukuran kadar hemoglobin menggunakan alat Hb-meter digital, sedangkan data pantang makan diperoleh melalui kuesioner terstruktur. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja putri yang memiliki perilaku pantang makan tinggi berisiko 4,2 kali lebih besar mengalami anemia dibandingkan remaja yang tidak pantang makan (OR = 4,20; 95% CI= 1,38 - 12,74; p = 0,009). Bidan komunitas perlu mengintegrasikan konseling nutrisi peka budaya (culturally sensitive nutritional counseling) dalam pelayanan asuhan kebidanan remaja. Kata kunci: Anemia, Perilaku Pantang Makan, Food Taboo, Remaja Putri, Asuhan Kebidanan, Bener Meriah

References

Almatsier, S. 2017. Gizi Seimbang dalam Daur Kehidupan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Bappenas. 2018. Pedoman Pelaksanaan Intervensi Penurunan Stunting Terintergrasi di Kabupaten/Kota. Jakarta: Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional

Kementerian Kesehatan RI. 2019. Situasi Balita Pendek. Jakarta: Kemenkes RI Monika, F.B. 2016. Buku Pintar ASI dan Menyusui. Jakarta: MizanPublika

Murtini. 2018. Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 0 - 36 Bulan di wilayah kerja Puskesmas Lawawoi Kabupaten Sidenreng Rappang. Jurnal Ilmiah Kesehatan Pencerah Vol 1, No 2. Diakses 5 Juni 2022. https://stikesmu- sidrap.e-journal.id/JIKP/article/view/35

Nabillah, Z. 2021. Analisis Program Intervensi Gizi Spesifik pada Ibu Menyusui terhadap Kejadian Stunting Anak Usia 25-36 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Antang Kota Makassar. Program Pascasarjana, Universitas muslim Indonesia Vol 1 No 2. Diakses 25 Januari 2022. https://media.neliti.com/media/publications/355093-analisis-program- intervensi-gizi-spesifi-71b53c67.pdf

Noorhasanah, E. 2020. Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting pada Balita di wilayah kerja Puskesmas Tatah Makmur Kabupaten Banjar. Jurnal Keperawatan Ners Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan

Vol 4, No 1. Diakses 20 Januari 2022.

https://journal.umbjm.ac.id/index.php/midwiferyandreproduction/article/view/559

Profil Kesehatan Aceh. 2020. Profil Kesehatan Aceh. Aceh:

Dinas Kesehatan Provinsi Aceh. Diakses 20 Januari 2022

https://www.kemkes.go.id/downloads/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan- indonesia/Profil-Kesehatan-Indonesia-Tahun-2020.pdf. 2020

Proverawati, A. 2017. Anemia Kehamilan. Jakarta: Nuha Medika Proverawati, A. 2018. Imunisasi dan Vaksinasi. Yogyakarta: Nuha Medika

Risma, O, P. 2020. Analisis Implementasi Program Intervensi Gizi Spesifik Dan Intervensi Gizi Sensitif Dalam Penurunan Angka Kejadian Stunting Pada Balita di Kabupaten Langkat. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara. Diakses 23 Januari 2022. https://repositori.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/29349/167032071.pdf?sequenc e=1&isAllowed=y

Sitompul, E. M. 2016. Buku Pintar MP-ASI: Bayi 6 Bulan Sampai Dengan 1 Tahun : Jakarta: Lembar Langit Indonesia

Studi Status Gizi Indonesia (SSGI). 2021. Presentase Stunting di Indonesia tahun 2021. Diakses 21 Januari 2022. https://www.litbang.kemkes.go.id/buku-saku-hasil-studi- status-gizi-indonesia-ssgi-tahun-2021/

Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). 2017. 100 Kabupaten/Kota Prioritas Untuk Intervensi Stunting. Diakses 21 Januari 2022.http://www.tnp2k.go.id/images/uploads/downloads/Buku%20Ringkasan%20Stunt ing.pdf

Trihono, A. 2018. Pendek (Stunting) di Indonesia, Masalah dan Solusinya. Jakarta: Balitbangkes

WHO. 2020. Prevalence and Trends of Stunting Among Pre-School Children. Geneva: World Health Organization. Diakses 20 Januari 2022. https://www.who.int/news/item/06-05- 2021-the-unicef-who-wb-joint-child-malnutrition-estimates-group-released-new-data- for-2021

Yusnita. 2020. Hubungan Faktor Gizi Spesifik pada Ibu Dengan Kejadian Stunting di Kabupaten Pandeglang. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Diakses 25 Januari 2022. file:///C:/Users/hp/Downloads/2106-37- 3453-2-10-20201217%20(2).pdf

Zogara, A, U. 2020. Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting pada Balita di Desa Kairane dan Desa Fatukanutu. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 2. Diakses 5 Juni 2022. https://journals.stikim.ac.id/index.php/jikm/article/view/505

Downloads

Issue

Section

Articles