FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANAH LUAS KABUPATEN ACEH UTARA
DOI:
https://doi.org/10.33143/jhtm.v11i1.5053Kata Kunci:
pencegahan demam berdarah, pemberdayaan, peran jumantik, pengetahuan, lingkunganAbstrak
Penyakit DBD dapat menyerang semua orang yang dapat mengakibatkan risiko kematian. Tren kasus DBD di Puskesmas Tanah Luas pada tahun 2021 berjumlah 13 kasus, 27 kasus di tahun 2022, pada tahun mencapai 31 kasus DBD. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan upaya pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi berjumlah 638 Kepala Keluarga. Sampel sebanyak 87 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Analisa data dengan uji statistik dengan uji chi-square. Penelitian menunjukkan bahwa tidak melakukan upaya pencegahan DBD (69,0%), pemberdayaan kurang baik (57,5%), jumantik kurang berperan (58,6%), pengetahuan kurang baik (52,9%) dan lingkungan tidak memenuhi syarat (54,0%). Kesimpulan penelitian didapatkan ada hubungan antara pemberdayaan (0,036), peran jumantik (p-value 0,015), pengetahuan (p-value 0,008), lingkungan (p-value 0,040) dengan upaya pencegahan penyakit DBD. Disarankan kepada Kepala Puskesmas Tanah Luas untuk memberikan pembinaan dan penyuluhan secara rutin kepada masyarakat tentang pentingnya melakukan upaya pencegahan DBD dengan cara menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal, meningkatkan pengetahuan tentang DBD dan memberikan pelatihan tentang cara pencegahan DBD kepada Jumantik dari setiap desa
Referensi
Adnan, A. B., & Siswani, S. (2019). Peran Kader Jumantik Terhadap Perilaku Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Wilayah Kerja Kelurahan Tebet Timur Tahun 2019. Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS), 3(2), 204-218.
Ananda, F. R., Kurniawati, A. R., Putri, T. A., & Rachmawati, A. K. (2024). Pengaruh Lingkungan dan Masyarakat terhadap Penyakit Demam Berdarah di Desa Truko Kecamatan Kangkung Kendal. Solusi Bersama: Jurnal Pengabdian dan Kesejahteraan Masyarakat, 1(3), 129-135.
Arkeman, H., Kartini, K., & Widyatama, H. G. (2020). Penyuluhan dengan metode ceramah dan media digital untuk meningkatkan pengetahuan tentang demam berdarah. JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera, 1(2), 109-121.
Dawe, M. A., Romeo, P., & Ndoen, E. (2020). Pengetahuan dan Sikap Masyarakat serta Peran Petugas Kesehatan Terkait Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Journal of Health and Behavioral Science, 2(2), 138-147.
Iin, N. K., & Hidaya, N. (2020). Keterkaitan Antara Kondisi Lingkungan Dan Perilaku Masyarakat Terhadap Keberadaan Vektor Demam Berdarah Dengue (DBD). Journal of Borneo Holistic Health, 3(2), 75-85.
Lontoh, R. Y. (2016). Hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan demam berdarah dengue (DBD) di kelurahan Malalayang 2 lingkungan III. Pharmacon, 5(1).
Nasution, A. S., Nasution, A. R., Pratiwi, D. A., Andaresta, N., Sirait, S. A., Ningrum, T. P., & br Ginting, Y. M. (2023). Upaya Peningkatan Perilaku Pencegahan DBD Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat. Alahyan Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin, 1(2), 79-86.
Nitbani, M. P., & Siagian, E. (2022). Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap Dan Praktik Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Puskesmas Parongpong. Klabat Journal of Nursing, 4(2), 27-34.
Oroh, M. Y., Pinontoan, O. R., & Tuda, J. B. (2020). Faktor lingkungan, manusia dan pelayanan kesehatan yang berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue. Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine, 1(3), 35-46.
Palgunadi, B. U., & Rahayu, A. (2011). Aedes aegypti sebagai vektor penyakit demam berdarah dengue. Surabaya: Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.
Pangestika, T. L., Cahyo, K., Husodo, B. T., & Prabamurti, P. N. (2017). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Jumantik dalam Sistem Kewaspadaan Dini Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Sendangmulyo. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(5), 1113-1122.
Periatama, S., Lestari, R. M., & Prasida, D. W. (2022). Hubungan Perilaku 3M Plus dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD): 3M Plus Behavior with Event Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Jurnal Surya Medika (JSM), 7(2), 77-81.
Sa’iida, F., & Zain, I. M. (2017). Pengaruh Tingkat Sosial Ekonomi Perilaku 3m Plus Dan Abatisasi Dan Kondisi Sanitasi Lingkungan Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. Swara Bhumi, 4(3), 50-60.
Salsabila, M. R., Zakaria, R., & Septiani, R. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku keluarga dalam pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di UPTD Puskesmas Lampulo Kota Banda Aceh. Journal of Public Health Innovation, 4(2), 460-468.
Saputra, A. U., Ariyani, Y., & Dewi, P. (2023). Faktor yang berhubungan dengan lingkungan fisik dan kebiasaan keluarga terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD). Jurnal'aisyiyah Medika, 8(2).
Sari, R. K., Djamaluddin, I., Djam’an, Q., & Sembodo, T. (2022). Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue DBD di Puskesmas Karangdoro. Jurnal ABDIMAS-KU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran, 1(1), 25.
Sevdo, K., Sangkai, M. A., & Frisilia, M. (2023). Hubungan Pengetahuan Tentang Demam Berdarah dengan Perilaku Pencegahan (DBD) di wilayah Kerja Puskesmas Jekan Raya Kota Palangka Raya Tahun 2022: Knowledge About Dengue Fever with Preventive Behavior (DBD) in the Region Jekan Raya City Puskesmas Work Palangka Raya 2022. Jurnal Surya Medika (JSM), 9(1), 242-249.
Sukayuni, N. P. E., Prihandhani, I. S., & Artana, I. W. (2021). Peran Jumantik pada Kejadian Demam Berdarah Dengue: Studi Potong Lintang di UPTD Puskesmas Kuta Selatan. Jurnal Ilmu Keperawatan Komunitas, 4(1), 4-8.
Sunaryanti, S. S. H., & Iswahyuni, S. (2020). Hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku dalam pengendalian vektor demam berdarah dengue (DBD) di Desa Jelok Cepogo Boyolali. Avicenna: Journal of Health Research, 3(1), 92-104.
Susilowati, I. T., & Widhiyastuti, E. (2019). Pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan penyakit demam berdarah dengue dengan penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat serta pemanfaatan bahan herbal. JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat), 3(2), 237-243.
Sutriyawan, A., Darmawan, W., Akbar, H., Habibi, J., & Fibrianti, F. (2022). Faktor yang Mempengaruhi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Melalui 3M Plus dalam Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(01), 23-32.
Wahyudi, W., Lidiyawati, H., Bormasa, M. F., Sari, F. D. N., & Khatimah, N. H. (2023). Dukungan kader jumantik dengan perilaku masyarakat tentang pencegahan demam berdarah dengue (DBD).
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
I. ORIGINALITY, AUTHORSHIP, AND COPYRIGHT
The manuscripts submitted for publication must be research works written in English that have not been previously published and  are not being considered for publication elsewhere. All the authors must have agreed to the submission and to the order of their names on the title page. They must also have agreed that the corresponding author may act on their behalf throughout the editorial review and publication process. The corresponding author is responsible for obtaining such agreement.
Requests for changes in authorship (order of listing or addition or deletion of names) after submission should be accompanied by signed statements of agreement from all the parties involved. To maintain and protect the publisher‘s ownership and rights and to protect the original authors from misappropriations of their published work, author(s) are required to sign a Journal Publishing Agreement and send it to the editorial office (jhtm@uui.ac.id).
II. PERMISSION
The author is responsible for acquiring the permission(s) to reproduce any copyrighted figures, tables, data, or text that are being used in the submitted paper. Authors should note that text quotations of more than 250 words from a published or copyrighted work will require grant of permission from the original publisher to reprint. The written permission letter(s) must be submitted together with the manuscript.
III. EDITORIAL REVIEW AND REVISION
All papers will be critically read by at least two anonymous reviewers, selected for their competence in the subject area of the paper. Acceptance of the paper will depend upon its scientific merit and suitability for the journal. A paper may be accepted in its original form or subject to revision.
The reviewers' (and editor's) suggestions will be conveyed to the author, who will then have an opportunity to revise the paper. A manuscript returned to an author for revision can be held for a maximum of eight weeks.
The accepted paper will be edited by native English speakers. The cost of language editing service is currently free.
IV. PROOFS
Galley proofs (PDF format) for an accepted article will be sent by e-mail to the corresponding author for copyediting corrections. The core content of an article cannot be changed at this time. It is the author's responsibility to check the entire manuscript, including tables, figure legends, and cited reference numbers, not just the items queried. The proofs should be corrected and mailed to the editorial office within 48 hours of receipt in order to expedite publication. Only one set of corrections will be accepted. In other words, it is important to ensure that all of your corrections are sent to us in one communication.
V. Â REPRINTS
Five free reprint copies of the published article will be shipped to the corresponding authors in Indonesia only, approximately two weeks after the issue is printed. Authors, including overseas authors, who wish to purchase reprints, are required to complete the Reprint Order Form, which will be sent with the galley proofs to corresponding authors. This form must be returned together with the corrected galley proofs.