FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN BISKUIT FUNGSIONAL EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) SEBAGAI SUPLEMEN GIZI UNTUK ANAK STUNTING

Penulis

  • Rulia Meilina Universitas Ubudiyah Indonesia
  • Daffa Khairunnisa
  • Cut Fetri Yulya
  • Intan Saumi
  • Nasyani Elisiya

DOI:

https://doi.org/10.33143/jhtm.v11i2.5421

Abstrak

Stunting pada anak dipicu oleh kekurangan gizi kronis yang menghambat tumbuh kembang optimal. Daun kelor (Moringa oleifera) kaya protein, vitamin C, zat besi, dan kalsium sehingga berpotensi sebagai suplemen gizi. Ekstraksi menggunakan etanol 70% menghasilkan simplisia dengan kadar air 3,33 %, abu total 6,8 %, abu tak larut asam 0,34 %, sari larut air 24,33 %, dan sari larut etanol 29,8 % yang memenuhi standar herbal. Skrining fitokimia mengidentifikasi alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid. Empat formula biskuit dibuat dengan komposisi ekstrak 0%, 5%, 10%, dan 15%. Uji fisik menunjukkan semua varian memiliki tekstur renyah dan bentuk utuh, meski warna berubah dari kuning keemasan menjadi hijau pekat seiring peningkatan ekstrak. Penilaian organoleptik oleh 12 panelis menunjukkan formula 5% dan 10% paling disukai (skor rata-rata > 6). Analisis gizi mengungkap kandungan protein 13,95 % dan vitamin C 6917,03 mg/100 g, sementara analisis zat besi dan kalsium masih berlangsung. Berdasarkan karakteristik fisik, daya terima organoleptik, dan peningkatan nutrisi, konsentrasi ekstrak 5–10 % menawarkan keseimbangan optimal. Biskuit fungsional berbasis daun kelor pada kisaran tersebut layak dikembangkan sebagai suplemen tambahan bagi anak stunting.

Biografi Penulis

  • Rulia Meilina, Universitas Ubudiyah Indonesia
    prodi farmasi, fakultas ilmu kesehatan

Referensi

Augustyn, G.H., 2023. Analisis proksimat dan evaluasi sensori biskuit daun kelor. Jurnal Teknologi Pangan, 10(1), pp.12-19.

Fatmawati, N., 2022. Pengaruh daun kelor (Moringa oleifera) terhadap pencegahan stunting: review literatur. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(3), pp.45-52.

Merina, S. et al., 2019. Kandungan gizi dan manfaat daun kelor sebagai sumber pangan fungsional. Jurnal Nutrisi Indonesia, 14(2), pp.77-85.

Rahardjo, T.M., 2023. Daun kelor, stunting, dan ketahanan nasional. Bandung: Universitas Maranatha Press.

Syamsiah, M., 2022. Uji organoleptik dan kandungan nutrisi biskuit daun kelor sebagai alternatif makanan selingan balita stunting. Jurnal Gizi Universitas Negeri, 7(4), pp.215-223.

Usman, U. et al., 2023. Inovasi formula Moringa oleifera untuk pencegahan stunting melalui produk pangan. Jurnal Sarana Ilmu Indonesia, 5(2), pp.237-245.

Diterbitkan

2025-10-24

Terbitan

Bagian

Articles