FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOPELMA DARUSSALAM KOTA BANDA ACEH TAHUN 2020
DOI:
https://doi.org/10.33143/jhtm.v6i2.1859Abstract
Stunting atau pendek merupakan indikator status gizi kronis yang dapat menggambarkan pertumbuhan yang tidak optimal karena malnutrisi jangka panjang. Dinkes kota Banda Aceh menemukan prevelensi angka stunting pada balita di tahun 2016 menjadi 27,1%. stunting pada balita di Kota banda Aceh masih menjadi masalah masyarakat. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh tahun 2020.Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain case control dengan populasi yaitu seleuruh anak balita di wilayah kerja Puskesmas Kopelma, total sampel adalah 53 balita sampel case dan 53 balita sampel control. Tehnik pengambilan sampel adalah teknik matching dan simple random sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 5 april – 9 mei 2020. Cara pengumpulan data dengan metode wawancara. Selanjutnya dilakukan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% dan mencari nilai OR pada tabulasi 2x2. Ha diterima p value <0,05.Hasil Penelitian: Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa balita dengan asupan energi tidak adekuat dan mengalami stunting berjumlah 13 balita (24,5%). Balita dengan asupan protein tidak adekuat dan mengalami stunting berjumlah 38 balita (71,7%). Balita yang terkena penyakit infeksi dan mengalami stunting berjumlah 24 balita (45,3%). Balita yang tidak memiliki riwayat ASI ekslusif berjumlah 35 balita (66%). Balita yang memiliki riwayat BBLR dan mengalami stunting berjumlah 12 balita (22,6%).Kesimpulan dan saran : Faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita adalah asupan protein (p value=
0,000, OR= 0,103), penyakit infeksi (p value= 0,003, OR= 4,046), riwayat ASI ekslusif (p value=
0,011, OR= 2,963),BBLR (p value= 0,026, OR= 4,878). Asupan energi (p value= 0,816, OR= 0,806) bukan merupan faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas kopelma Darussalam. Diharapkan Ibu balita untuk memperhatikan tumbuh kembang balita dengan pemenuhan asupan makanan sesuai kebutuhan, menjaga lingkungan dan membawa balita ke pelayanan kesehatan.
Â
Kata Kunci      : stunting, faktor pengaruh, balita
References
Anindita, P. 2012. Hubungan tingkat pendidikan Ibu, pendapatan keluarga, kecukupan protein dan seng dengan stunting pada balita usia 6-35 bulan. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Vol 2. Hal 671-626.
Anshori, H A. 2013. Faktor risiko kejadian pada anak usia 12-14 bulan (studi di Kecamatan Semarang Timur). Universitas Diponegoro.
Anisa, Paramitha. 2012. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia
-60 bulan di kelurahan Kalibaru Depok tahun 2012. Univestas Indonesia.
Anugraheni, H. S. 2012. Faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 12-36 bulan di kecamatan pati, kabupaten pati. Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang.
Almatsier, S. 2010. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama.
Amanda, Ameilia. 2014. Hubungan asupan zat gizi (energi, protein, zat besi dan seng), stunting dan psikososial denagn status motorik anak usia 3-6 tahun di PAUD wilayah binaan Puskesmas Kecamatan Kebayoran lama tahun 2014. Universitas Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta.
Nadiyah, Briawan, Dodik dan Martianto, Drajat. 2008. Faktor risiko stunting pada anak usia 0-23 bulan di provinsi Bali, Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur. Jurnal Gizi dan Pangan. Vol.9 No.2 Hal.125-132.
Nasikhah, Roudhotun dan Margawati, Ani .2012. Faktor resiko kejadian stunting pada balita usia 24-36 bulan di Kecamatan Semarang Timur. Journal of nutrition college. Vol.1
No.1 Hal.176-184.
Ni’mah, Khoirun dan Nadhiroh, Siti Rahayu .2015. Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada Yunitasari L. 2012. Perbedaan intellegence quotion (IQ) antara anak stunting dan tidak stunting umur 7-12 tahun di Sekolah Dasar (studi pada siswa SD Negeri buara 04
Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes). Jurnal Kesehatan Masyarakat. Vol.1 No.2 Hal.586-595.
Purwandini, K. dan Kartasurya, M. 2013. Pengaruh pemberian mikronutrient sprinkle terhadap perkembangan motorik anak stunting usia 12-36 bulan. Journal Of Nutrition College. Vol.2 No.1 Hal.147-163.
Preedy VR. 2012. Handbook of growth dan growtg monitoring in health and disease. New York:
springer. Vol 1.
UNICEF. 2010. Penuntun Hidup Sehat - edisi 4. Jakarta : pusat promosi kesehatan - Kementrian Kesehatan RI. Available at : www.factsforlifeglobal.org (di akses pada
januari 2020).
Downloads
Issue
Section
License
I. ORIGINALITY, AUTHORSHIP, AND COPYRIGHT
The manuscripts submitted for publication must be research works written in English that have not been previously published and  are not being considered for publication elsewhere. All the authors must have agreed to the submission and to the order of their names on the title page. They must also have agreed that the corresponding author may act on their behalf throughout the editorial review and publication process. The corresponding author is responsible for obtaining such agreement.
Requests for changes in authorship (order of listing or addition or deletion of names) after submission should be accompanied by signed statements of agreement from all the parties involved. To maintain and protect the publisher‘s ownership and rights and to protect the original authors from misappropriations of their published work, author(s) are required to sign a Journal Publishing Agreement and send it to the editorial office (jhtm@uui.ac.id).
II. PERMISSION
The author is responsible for acquiring the permission(s) to reproduce any copyrighted figures, tables, data, or text that are being used in the submitted paper. Authors should note that text quotations of more than 250 words from a published or copyrighted work will require grant of permission from the original publisher to reprint. The written permission letter(s) must be submitted together with the manuscript.
III. EDITORIAL REVIEW AND REVISION
All papers will be critically read by at least two anonymous reviewers, selected for their competence in the subject area of the paper. Acceptance of the paper will depend upon its scientific merit and suitability for the journal. A paper may be accepted in its original form or subject to revision.
The reviewers' (and editor's) suggestions will be conveyed to the author, who will then have an opportunity to revise the paper. A manuscript returned to an author for revision can be held for a maximum of eight weeks.
The accepted paper will be edited by native English speakers. The cost of language editing service is currently free.
IV. PROOFS
Galley proofs (PDF format) for an accepted article will be sent by e-mail to the corresponding author for copyediting corrections. The core content of an article cannot be changed at this time. It is the author's responsibility to check the entire manuscript, including tables, figure legends, and cited reference numbers, not just the items queried. The proofs should be corrected and mailed to the editorial office within 48 hours of receipt in order to expedite publication. Only one set of corrections will be accepted. In other words, it is important to ensure that all of your corrections are sent to us in one communication.
V. Â REPRINTS
Five free reprint copies of the published article will be shipped to the corresponding authors in Indonesia only, approximately two weeks after the issue is printed. Authors, including overseas authors, who wish to purchase reprints, are required to complete the Reprint Order Form, which will be sent with the galley proofs to corresponding authors. This form must be returned together with the corrected galley proofs.