Hubungan Graviditas dengan Kejadian Preeklamsia pada Ibu Bersalin Kabupaten Bulukumba Tahun 2017

Authors

  • Risnawati Risnawati Program Studi Diploma III Kebidanan, STIKes Panrita Husada, Bulukumba, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Ely Kurniati Program Studi Diploma III Kebidanan, STIKes Panrita Husada, Bulukumba, Sulawesi Selatan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33143/jhtm.v4i2.211

Keywords:

graviditas, preeklamsia

Abstract

Preeklampsia adalah terjadinya hipertensi setelah usia kehamilan 20 minggu disertai dengan protein urine. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan graviditas dengan kejadian preeklamsia di Kabupaten Bulukumba Tahun 2017.  Desain penelitian yang digunakan adalah historical kohort. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang mengalami preeklamsia 73 dan yang tidak mengalami preeklamsia 259 orang di 20 wilayah kerja puskesmas di lingkup Kabupaten Bulukumba dengan menggunakan teknik cluster sampling, alat ukur yang digunakan adalah lembar observasi. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik Chi-square. Berdasarkan uji statistic yang diperoleh hasil P=0,000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada Hubungan Graviditas dengan Kejadian Preeklamsia Pada Ibu Bersalin di Tingkat Kabupaten Bulukumba tahun 2017.

References

Alifariki, L. O. (2015). Analisis faktorDeteminan Proksi Kejadian Hipertensi Di Poliklinik Interna BLUD RSU Provinsi Sulawesi Tenggara. Medula , 221.

Amu, D. A. (2015). Faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi di Wilayah Perkotaan dan Pedesaan Indonesia Tahun 2013. 103.

Efendi, F., & Makhfudli. (2009). Keperawatan Kesehatan Komunitas: Teori dan Praktek dalam Keperawatan . Jakarta: Salemba Medika.

Indonesia, K. K. (2013). Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan Dasar dan Rujukan . Indonesia: AIPKIND .

Iriyanti, B., Halida, E. M., Duhita, F., Prabandari, F., Yulita, N., Yulianti, N., et al. (2015). Asuhan Kehamilan Berbasis Bukti. Jakarta: Sagung Setoo.

Jusniar Rusliafa, R. A. (2014). komparatif kejadian hipetensi pada wilayah pesisir pantai dan pegunungan di kota kendari tahun 2014. 6.

Kementeriankesehatan. (2015, desember 1). kesehatan dalam kerangka sustainable development goals (SDG's). kesehatan dalam kerangka sustainable development goals (SDG's) .

Manuaba, I. A. (2012). ilmu kebidanan, penyakit kandungan, dan KB untuk pendidikan bidan edisi 2. jakarta : EGC.

Maryunani, A. (2016). Asuhan Kegawatdaruratan dalam Kebidanan Edisi Kedua. Jakarta: Trans Info Medika.

Mochamad, R. (2013). Buku Ajar Biostatistik: Aplikasi Pada Penelitian Kesehatan . Jakarta: EGC.

Nugroho, d. T. (2012). Patologi Kebidanan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Nur, D. A. (2015). Faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi diwilayah perkotaan dan pedesaan Indonesia tahun 2013. 3.

Prawirohardjo, S. (2014). ilmu bkebidanan. jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Saputra, O., & Anam, K. (2016). Gaya hidup sebagai faktor resiko Hipertensi pada masyarakat pesisir pantai. Majority , 122.

Sirait, A. M. (2012). Prevalensi Hipertensi Pada Kehamilan Di Indonesia dan berbagai Faktor Yang berhubungan (Riset Kesehatan Dasar 2007). Buletin Penelitian Sistem Kesehatan , 108.

Sulistyawati, A. (2013). Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Jakarta: Salemba Medika.

Vasra, E. (2014). Asuhan Kebidanan Komunitas Konsep Dan Praktik. jakarta: EGC.

Downloads

Published

2018-10-15