Kemitraan Bidan dan Dukun dalam Pertolongan Persalinan di Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil
DOI:
https://doi.org/10.33143/jhtm.v4i2.241Keywords:
Bidan, Pertolongan Persalinan, Dukun BeranakAbstract
Dukun beranak dan kemitraan bidan di Kecamatan Singkil telah berjalan tetapi masih ada kelahiran tradisional yang tidak berpasangan dan proporsi persalinan melalui persalinan tradisional masih tinggi yaitu 10%. Dapat ditinjau tentang proses membangun kemitraan kelahiran tradisional dan bidan dalam bantuan persalinan untuk mengetahui hambatan dalam pelaksanaan kemitraan kelahiran tradisional dan bidan dalam bantuan persalinan di Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Penelitian ini dilakukan di 1 Kecamatan yang terdiri dari 6 Desa, Desa Suka Damai, Paya Bumbu, Teluk Ambon, Pakal Pasir, Desa Pemuka dan Teluk Rumbia. Responden dalam penelitian ini adalah mitra kelahiran tradisional, kelahiran tradisional yang tidak berpasangan, bidan, pemegang program KIA, tokoh agama, tokoh masyarakat, postpartum yang dibantu oleh mitra kelahiran tradisional selama periode penelitian ini, ibu postpartum yang dibantu oleh kelahiran tradisional tidak bermitra. selama masa studi dan keluarga postpartum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan dalam pelaksanaan program persalinan tradisional dan bidan dalam aspek alokasi dana khusus untuk program ini tidak mencukupi, sarana dan prasarana tidak memadai, sarana transportasi untuk akses kesehatan adalah tidak tersedia, masih ada persalinan tradisional yang tidak mau berpasangan dengan alasan hasil keuangan yang mereka dapatkan tidak sesuai dan faktor usia sudah tua, dan masih ada ibu hamil yang tidak mau melahirkan di fasilitas kesehatan di alasan terpencil, akses transportasi sulit dan merasa nyaman dengan kelahiran tradisional. Kelahiran tradisional tidak merasa memiliki keunggulan dalam aspek ekonomi tetapi memiliki keunggulan dalam aspek ilmu kebidanan. Sebaliknya, bidan merasa bahwa program kemitraan memberikan manfaat untuk memfasilitasi pekerjaan bidan desa. Bagi wanita hamil kemitraan ini memberi makna positif karena wanita hamil merasa tenang dan nyaman karena persalinan dibantu oleh kelahiran tradisional dan bidan. Untuk bidan desa dan pemegang program untuk menjaga hubungan baik dengan kelahiran tradisional yang bermitra dan mengatur pertemuan rutin untuk komunikasi yang efektif. Undang kelahiran tradisional yang belum bermitra dengan melibatkan mereka sebagai kader posyandu dan memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat tentang manfaat persalinan di fasilitas kesehatan.References
Anggrodi R., Dukun Bayi Dalam Persalinan Masyarakat Indonesia, Jurnal Kesehatan; 2012. Vol. 13, no. 1, p.p. 9-14.
Bungin B., Penelitian Kualitatif, Jakarta: Kencana Predana Media Group; 2011.
BPS., Survei Demografi Kesehatan Indonesia, Jakarta: Badan Pusat Statistik; 2012.
Dedik dkk., Kemitraan Bidan Dan Dukun Bayi di Kabupaten Trenggalek Yogyakarta: University Network For Governance Innovation; 2011.
Depkes., Pedoman Kemitraan Bidan dan Dukun, Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2008.
Dinkes Prov Aceh., Profil Dinas Kesehatan Provinsi Aceh Tahun 2014, Banda Aceh: Dinas Kesehatan Provinsi Aceh; 2014.
Gita s., Kemitraan Bidan dan Dukun Dalam Pertolongan Persalinan di Puskesmas Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Timur: Sumatra Utara; 2015.
Kemenkes RI., Lima Strategi Operasional Turunkan Angka Kematian Ibu, Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2011.
Nur., Latifah., Amilda., Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Persalinan Oleh Dukun Bayi, Jurnal Kedokteran Universitas Kedokteran Semarang, 2010.
Profil Puskesmas Singkil., Laporan Tahunan Puskesmas Singkil Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh, Aceh: Puskesmas Singkil; 2015.
Rima S., Peranan Dukun Bayi Dalam Perspektif Masyarakat Jawa Terhadap Proses Persalinan di Dusun Noloprayan Desa Jatirejoy Kabupaten Semarang Jawa Tengah, Jakarta: Islam Negeri Syarif Hidayatullah; 2014.
Sugiono P.D., Memahami Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfabeta; 2015.
Tabroni. Kemitraan Dukun Bayi dan Bidan di Bojonegoro, Jogyakarta: University Network for Governance Innovation; 2011.
Yusriani, Partnership Between Midwives And Traditional Birth Attendants (Tbas) In The Work Health District Minasate'ne Pangkep, International Conference on Emerging Trends In Academic Research, 2014.
Downloads
Published
Issue
Section
License
I. ORIGINALITY, AUTHORSHIP, AND COPYRIGHT
The manuscripts submitted for publication must be research works written in English that have not been previously published and  are not being considered for publication elsewhere. All the authors must have agreed to the submission and to the order of their names on the title page. They must also have agreed that the corresponding author may act on their behalf throughout the editorial review and publication process. The corresponding author is responsible for obtaining such agreement.
Requests for changes in authorship (order of listing or addition or deletion of names) after submission should be accompanied by signed statements of agreement from all the parties involved. To maintain and protect the publisher‘s ownership and rights and to protect the original authors from misappropriations of their published work, author(s) are required to sign a Journal Publishing Agreement and send it to the editorial office (jhtm@uui.ac.id).
II. PERMISSION
The author is responsible for acquiring the permission(s) to reproduce any copyrighted figures, tables, data, or text that are being used in the submitted paper. Authors should note that text quotations of more than 250 words from a published or copyrighted work will require grant of permission from the original publisher to reprint. The written permission letter(s) must be submitted together with the manuscript.
III. EDITORIAL REVIEW AND REVISION
All papers will be critically read by at least two anonymous reviewers, selected for their competence in the subject area of the paper. Acceptance of the paper will depend upon its scientific merit and suitability for the journal. A paper may be accepted in its original form or subject to revision.
The reviewers' (and editor's) suggestions will be conveyed to the author, who will then have an opportunity to revise the paper. A manuscript returned to an author for revision can be held for a maximum of eight weeks.
The accepted paper will be edited by native English speakers. The cost of language editing service is currently free.
IV. PROOFS
Galley proofs (PDF format) for an accepted article will be sent by e-mail to the corresponding author for copyediting corrections. The core content of an article cannot be changed at this time. It is the author's responsibility to check the entire manuscript, including tables, figure legends, and cited reference numbers, not just the items queried. The proofs should be corrected and mailed to the editorial office within 48 hours of receipt in order to expedite publication. Only one set of corrections will be accepted. In other words, it is important to ensure that all of your corrections are sent to us in one communication.
V. Â REPRINTS
Five free reprint copies of the published article will be shipped to the corresponding authors in Indonesia only, approximately two weeks after the issue is printed. Authors, including overseas authors, who wish to purchase reprints, are required to complete the Reprint Order Form, which will be sent with the galley proofs to corresponding authors. This form must be returned together with the corrected galley proofs.