HUBUNGAN ASUPAN ENERGI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS BAITURRAHMAN KOTA BANDA ACEH
DOI:
https://doi.org/10.33143/jhtm.v11i1.4880Keywords:
Asupan Energi, Aktivitas Fisik dan Kadar Gula DarahAbstract
Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Insufisiensi fungsi insulin dapat disebabkan oleh gangguan atau defisiensi produksi insulin oleh sel-sel beta langerhans kelenjar pankreas, atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin (Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, 2019). Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini telah dilaksanakan di Puskesmas Baiturrahman Kota Banda Aceh pada tanggal 03 sampai 07 Februari tahun 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi yang berkunjung di Puskesmas Baiturrahman Kota Banda Aceh pada bulan Desember sampai dengan Februari 2024 sebanyak 250 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling yaitu seluruh pasien yang berkunjung di Poli penyakit dalam di Puskesmas Baiturrahman Kota Banda Aceh dijadikan sampel pada tanggal 03 sampai 07 Februari tahun 2025 sebanyak 40 orang. Hasil analisis bivariat di dapat bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara asupan energi dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus dengan nilai P=0.900 dan ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Baiturrahman Kota Banda Aceh dengan nilai P=0.023.
References
Almatsir, 2016. Prinsib Dasar Gizi, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2002. Ilmu Gizi Dasar, Rhineka Cipta, Jakarta
Ambarawati, D. (2016). Hubungan Tingkat Kecukupan Energi, Protein, Serat, dan Tingkat Aktivitas Fisik Dengan Indeks Massa Tubuh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang
American Journal of Sociology. (2019). Kadar Gula Darah pada Diabetes Mellitus. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.
Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. (2019). Buku Pedoman Penyakit Tidak Menular. Kementerian Kesehatan RI, 101.
Epidemiologi, B., & Masyarakat, F. K. (2018). faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. 6.
Fao, J., & Consultation, U. N. U. E. (2005). Human energy requirements: report of a joint FAO/ WHO/UNU Expert Consultation. Food and Nutrition Bulletin, 26(1), 166..
Goleman et al., 2019. (2019). Aktivitas Fisik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.
Hartono, A. (2008). Terapi Gizi dan Diet Rumah Sakit. Jakarta: EGC.
Ilham, agung lukniadi. (2013). hubungan tingkat asupan makanan dengan perubahan kadar gula darah pada pasien rawat inap diabetes melitus tipe 2(p. 256870).
International Diabetes Federation. (2014). IDF Diabete s Atlas Sixth edition. In Idf.Org (pp. 1–2). Karyadi, 2016. Gizi Perkembangan Janin, http://www : juara pembauran com/2011/0420
Jiwintarum, Y., Fauzi, I., Diarti, M. W., & Santika, I. N. (2019). Penurunan kadar gula darah antara yang melakukan senam sehat dan jalan kaki. Jurnal Kesehatan, 13(1), 1.
Kaunang, W. P. J., Kesehatan, F., Universitas, M., & Ratulangi, S. (2018). hubungan aktivitas fisik dengan kejadian diabetes melitus pada pasien rawat jalan dirumah sakit umum daerah kota bitung. 7(5).
Kesehatan, P., & Padang, K. (2017). hubungan pola makan dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja puskesmas nanggalo kota padang tahun 2017.
khusna mita khilifatul. (2012). hubungan asupan energi, aktivitas fisik dan kadar gula darah pada diabetes. 29(September), 2012.
Lestari,Ni Kadek Yuni dan Laksmi, G. A. P. S. (2020). Jurnal Ilmu Kesehatan.Jurnal Ilmu Kesehatan, 11(2), 296–305. www.stikes-khkediri.ac.id
Lisiswanti, R., & Cordita, R. N. (2000). Aktivitas Fisik dalam Menurunkan Kadar Glukosa Darah pada Diabetes Melitus Tipe 2 Physical Activity in Lowering Blood Glucose Level in Type 2 Diabetes Mellitus. 2.
Luz Yolanda Toro Suarez. (2019). diabetes melitus tipe 2 edisi pertama (pertama). fakultas kedokteran universitas andalas.Magdalena, C. (2016). Hubungan Penerapan 3J dan Aktivitas Fisik Terhadap Status Kadar Gula Darah Pada Penerita Diabetes Mellitus Tipe II. Jurnal Studi Kesehatan Masyarakan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 1, 1–138.
Mayawati, H., & Isnaeni, F. N. (2017). Hubungan asupan makanan indeks glikemik tinggi dan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus tipe Ii. Jurnal Kesehatan, 10(1), 75.
Mufliah, I. (n.d.). hubungan asupan energi, asupan karbohidrat dan kadar glukosa pasien rawat inap diabetes melitus tipe 2 di RSUD kota Salatiga. 26–31.
Muliani, U. (2013). hubungan zat-zat gizi dan kadar gula darah penderita DM tipe 2 di poliklinik penyakit dalam RSUD Dr.H.Abdul moeloek Provinsi Lampung. Jurnal Kesehatan, 4(2), 325–332.
Notoatmodjo. (2010). metodologi penelitian kesehatan.
Noviani, A., & Fayasari, A. (2018). Kepatuhan diet dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus rawat jalan di RS Harum Sisma Medika Jakarta Timur. Jurnal Nutrisia, 20(2), 38–44.
Nur, A., Fitria, E., Zulhaida, A., & Hanum, S. (2016). Hubungan Pola Konsumsi dengan Diabetes Melitus Tipe 2 pada Pasien Rawat Jalan di RSUD Dr . Fauziah Bireuen Provinsi Aceh. 145–150.
Nursalam. (2008). Konsep dan Penerapan Metodoligi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pedoman Skripsi, Tesis, dan Instrumen Penelitian Keperawatan. 43–51.
Oliver, J. (2013). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Toilet Training Terhadap Pelaksanaan Toilet Training Pada Anak Usia Toddler di Kelurahan Sewu. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.
Perkeni. (2015). Pedoman pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 di Indonesia. In Perkeni.
Powers, M. A. (1996). Handbook of Diabetes Medical Nutrition Therapy (p. 711).
Prastika, L. Y. (n.d.). Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe II pada Orang Dewasa di UPT Puskesmas Sukajadi. 563–567.
Pratama, K. D. (2016). Perbedaan heart rate variability pada mahasiswa anggota dan bukan anggota UKM basket di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 3(September).
Puput, A. K. G. (2011). Kadar Gula Darah. Analis Kesehatan, 1, 8–34.
Purnama, A., & Sari, N. (2019). Aktivitas Fisik dan Hubungannya dengan Kejadian Diabetes Mellitus. Window of Health : Jurnal Kesehatan, 2(4), 368–381.
Risdinata, P. (2016). hubungan pola makan dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. 12–39.
Riskesdas Bengkulu. (2018). Laporan Provinsi Bengkulu RISKESDAS 2018. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 1–527.
Rohman, taufiq. (2019). hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah. October 2013, 1–224.
Sambriong, M. (2014). hubungan asupan makanan berisiko dan aktivitas fisik dengan kejadian diabetes melitus tipe II di kota Kupang. 347–355.
Setyawan, S., & Sono. (2015). Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Glukosa Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Melitus. Jurnal Keperawatan, XI(1), 127–130.
Sidartawan Soegondo, Pradana Soewondo, I. S. (2004). Penatalaksanaan diabetes melitus terpadu : sebagai panduan penatalaksanaan diabetes melitus bagi dokter.
Soelistijo, S., & Novida, H. et. all. (2015). Konsesus Pengelolaan Dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe2 Di Indonesia 2015. In Perkeni.
Susilana, R. (2015). Modul Populasi dan Sampel. Modul Praktikum, 3–4.
Suzanne C. Smeltzer, Brenda G. Bare, A. W. . [e. al. . (2013). Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Brunner&Suddarth Vol. 1 (2013).
Tjokroprawiro, A. (2003). Diabetes mellitus : klasifikasi, diagnosa, dan terapi(2nd ed.).
waspadji. (2007). Panduan Konseling Kesehatan Dalam Upaya Pencegahan Diabetes Melitus - Google Books.
Yusuf, A., P.K., R. F., & Nihayati, H. E. (2014). Buku Ajar Keperawatan Kesehatan Jiwa Yogyakarta. May 2015, 366.
Downloads
Published
Issue
Section
License
I. ORIGINALITY, AUTHORSHIP, AND COPYRIGHT
The manuscripts submitted for publication must be research works written in English that have not been previously published and  are not being considered for publication elsewhere. All the authors must have agreed to the submission and to the order of their names on the title page. They must also have agreed that the corresponding author may act on their behalf throughout the editorial review and publication process. The corresponding author is responsible for obtaining such agreement.
Requests for changes in authorship (order of listing or addition or deletion of names) after submission should be accompanied by signed statements of agreement from all the parties involved. To maintain and protect the publisher‘s ownership and rights and to protect the original authors from misappropriations of their published work, author(s) are required to sign a Journal Publishing Agreement and send it to the editorial office (jhtm@uui.ac.id).
II. PERMISSION
The author is responsible for acquiring the permission(s) to reproduce any copyrighted figures, tables, data, or text that are being used in the submitted paper. Authors should note that text quotations of more than 250 words from a published or copyrighted work will require grant of permission from the original publisher to reprint. The written permission letter(s) must be submitted together with the manuscript.
III. EDITORIAL REVIEW AND REVISION
All papers will be critically read by at least two anonymous reviewers, selected for their competence in the subject area of the paper. Acceptance of the paper will depend upon its scientific merit and suitability for the journal. A paper may be accepted in its original form or subject to revision.
The reviewers' (and editor's) suggestions will be conveyed to the author, who will then have an opportunity to revise the paper. A manuscript returned to an author for revision can be held for a maximum of eight weeks.
The accepted paper will be edited by native English speakers. The cost of language editing service is currently free.
IV. PROOFS
Galley proofs (PDF format) for an accepted article will be sent by e-mail to the corresponding author for copyediting corrections. The core content of an article cannot be changed at this time. It is the author's responsibility to check the entire manuscript, including tables, figure legends, and cited reference numbers, not just the items queried. The proofs should be corrected and mailed to the editorial office within 48 hours of receipt in order to expedite publication. Only one set of corrections will be accepted. In other words, it is important to ensure that all of your corrections are sent to us in one communication.
V. Â REPRINTS
Five free reprint copies of the published article will be shipped to the corresponding authors in Indonesia only, approximately two weeks after the issue is printed. Authors, including overseas authors, who wish to purchase reprints, are required to complete the Reprint Order Form, which will be sent with the galley proofs to corresponding authors. This form must be returned together with the corrected galley proofs.