HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN LANJUTAN PADA KASUS PULPITIS DI UPTD PUSKESMAS JAYA BARU KOTA BANDA ACEH

Authors

  • Rentyna Nopanda Panjaitan
  • Ratna Wilis

DOI:

https://doi.org/10.33143/jhtm.v11i2.5609

Keywords:

Pulpitis, Pengetahuan Pasien, Kepatuhan, Kunjungan Lanjutan, Puskesmas.

Abstract

Pulpitis merupakan salah satu penyakit gigi yang umum dijumpai di fasilitas pelayanan kesehatan dasar. Data Puskesmas Jaya Baru tahun 2024 menunjukkan bahwa pulpitis menempati urutan pertama dengan jumlah kasus tertinggi, yaitu 408 dari 1.850 kunjungan (33,7%). Namun, rendahnya kepatuhan pasien dalam melakukan kunjungan lanjutan menjadi permasalahan utama. Berdasarkan observasi awal selama dua minggu, sebanyak 18 dari 20 pasien tidak melakukan kunjungan ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan pasien dan kepatuhan kunjungan lanjutan pada kasus pulpitis di UPTD Puskesmas Jaya Baru, Kota Banda Aceh. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien pulpitis yang berkunjung ke poli gigi UPTD Puskesmas Jaya Baru. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, dan diperoleh sebanyak 34 responden yang memenuhi kriteria inklusi.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52,9% responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang baik, dan 61,8% responden tidak patuh terhadap kunjungan lanjutan. Seluruh pasien dengan pengetahuan kurang baik (100%) tidak patuh, sedangkan dari responden yang memiliki pengetahuan baik, 81,3% patuh terhadap kunjungan lanjutan. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara pengetahuan pasien dan kepatuhan kunjungan lanjutan dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Kesimpulannya rendahnya tingkat pengetahuan pasien berkaitan erat dengan rendahnya kepatuhan kunjungan lanjutan perawatan pulpitis. Diperlukan intervensi edukatif dan pemantauan lebih lanjut untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku pasien dalam menjalani perawatan gigi secara berkelanjutan.

Downloads

Published

2025-10-29