Faktor Resiko yang Berhubungan dengan Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Siborong-Borong Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2021
DOI:
https://doi.org/10.33143/jhtm.v8i2.2349Abstrak
Masa balita merupakan masa keemasan (Golden Age) dimana setiap anak akan mengalami banyak perubahan baik dari segi fisik, motorik, sosial dan emosional yang dapat berlangsung dengan cepat. Pada masa balita ini, berbagai faktor dapat menyebabkan terjadinya gangguan pertumbuhan, dimana salah satunya adalah Stunting. Stunting pada balita baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sanitasi lingkungan, pendapatan keluarga dan asupan makanan terhadap kejadian stunting di wilayah kerja puskesmas Siborong-borong, kabupaten,tapanuli utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian kasus kontrol (Case Control). Variabel yang diteliti meliputi variabel pendapatan, pengetahuan, sanitasi lingkungan dan asupan makanan. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebesar 1892 orang dengan jumlah balita yang terkena stunting sebesar 104 balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknil total sampling dengan total sampel 104 balita. Hasil penelitian didapatkan variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah Pengetahuan ibu P- Value = 0.005 (95% Cl 1.322 – 4.086), asupan makanan P- Value = 0.000 (95% Cl 2.022-6.359), Sanitasi dan lingkungan P- Value = 0.000 (95% Cl 1.113 – 7.924). sedangkan Variabel yang tidak berhubungan adalah pendapatan P- Value = 0.778 (95% Cl 0.510-1.543). Hasil analisis multivariate diketahui bahwa asupan makanan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting pada balita dengan nilai OR sebesar 3.586 kali. Asupan makanan yang baik sangat menentukan tumbuh kembang anak. Dimana anak yang memiliki asupan yang baik akan terhindar dari kejadian stunting.
 Kata Kunci : Kejadian Stunting, Pengetahuan, Pendapatan, Sanitasi lingkungan, Asupan Makanan
The objective of this research is to determine the correlation of knowledge, environmental sanitation, family income, and food intake with the incidence of stunting in the working area of the Puskesmas (Community Health Center) Siborong-Borong, North Tapanuli Regency. This is quantitative research with Case-Control design.   The  variables studied  included  income,  knowledge, environmental sanitation, and food intake.  The population in the research is 1,892 people and the number of toddlers affected by stunting is 104 toddlers. The research uses the total sampling technique with 104 samples taken. The results show that there is a correlation between maternal knowledge (a  =0.005) with an OR value of 2,324 times, food (a = 0.040) with an OR value of 3,586 times, and environmental sanitation (a = 0.040) with an OR value of 2,970 times. The income variable is not a variable correlated to the incidence ofstunting (a= 0.078) with an OR value of0.887 times. Based on the results of multivariate analysis, food intake is the most influential factor in the incidence of stunting in toddlers with an OR value of 3,586 times. It is expected that mothers can increase their knowledge by participating in various training on providing food for  toddlers (PMBA) which are carried out both from the Puskesmas  (Community Health Center) and Posyandu (Integrated Service Center).
Keywords:  incidence   of  stunting,   knowledge,   income,   environmental sanitation, food   intake
Referensi
Abas, A. S., & Gobel, F. A. (2021). Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Balita Di Desa Pa ’ Lalakkang. Journal Of Aafiyah Health Research(JAHR), 2(1), 1–12.
Amin, N. A., & Julia, M. (2014). Faktor sosiodemografi dan tinggi badan orang tua serta hubungannya dengan kejadian stunting pada balita usia 6-23 bulan. Jurnal Gizi Dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics), 2(3), 170–177. https://doi.org/10.21927/ijnd.2014.2(3).170-177
Dahrianti, E. S., Madeppungeng, M., & Latief, S. (2021). Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Usia 12-24 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Rappokalling. Hasanuddin Journal Of Midwifery, 3(1), 92–98.
Fentia SST, M.Kes, L. (2020). Faktor Risiko Gizi Kurang Pada Anak Usia1-5 Tahun Dari Keluarga Miskin. Penerbit NEM.
Fitri, A., & Nursia N, L. E. /. (2022). Hubungan Pendapatan Keluarga, Pendidikan, Dan Pengetahuan Ibu Balita Mengenai Gizi Terhadap Stunting Di Desa Arongan. 2018, 12–22.
Fitriani Pramita Gurning, Rahmia Yunita Sari S, Rizky Widya Astuti, & Ummu Balqis Munfaridah Sinambela. (2021). Implementasi Program Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Medan Tahun 2020. Jurnal Kesehatan, 10(1), 36–42. https://doi.org/10.37048/kesehatan.v10i1.325
Hasanah, S., Handayani, S., & Wiltu, I. R. (2021). Hubungan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Indonesia (Studi Literatur). Jurnal Keselamatan, Kesehatan Kerjadan Lingkungan (JK3L), 02(2).
Hasbiah, H., Widyarni, A., & Inayah, H. K. (2021). Hubungan Pengetahuan , Pendapatan Keluarga dan Pola Asuh Dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin Tahun 2021. 1–11. http://eprints.uniska-bjm.ac.id/8125/1/Hubungan Pengetahuan%2C Pendapatan Keluarga dan Pola Asuh dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin Tahun 2021-dikonversi.pdf
Kementerian Kesehatan RI. (2021). Profil Kesehatan Indonesia 2020. In Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/Profil-Kesehatan-Indonesia-Tahun-2020.pdf
Lobo, W. I., Talahatu, A. H., & Riwu, R. R. (2019). Faktor Penentu Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Alak Kota Kupang. Media Kesehatan Masyarakat, 1(2), 59–67. https://doi.org/10.35508/mkm.v1i2.1953
Maharani, Irianto, S. E., & Maritasari, D. Y. (2022). Lingkungan Sebagai Faktor Resiko Kejadian Stunting Pada Balita. Jurnal Ilmiah Permas : Jurnal Ilmiah Stikes Kendal, 12(1 (Januari)), 5–6.
Manalu, V. S., Brahmana, N. E., Nababan, D., Rohana Sinaga, T., & Tarigan, F. L. (2021). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2021. Journal of Health Psychology, 7(2).
Prakhasita, R. C. (2018). Hubungan Pola Pemberian Makan Dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 12-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tambak Wedi Surabaya. Skripsi, 1–119.
Ramdaniati, S. N., & Nastiti, D. (2019). Hubungan Karakteristik Balita, Pengetahuan Ibu Dan Sanitasi Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Di Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang. Hearty, 7(2), 47–54. https://doi.org/10.32832/hearty.v7i2.2877
Safutri, M. (2021). Hubungan Pendapatan Keluarga, Asupan Zat Gizi Dan Pola Asuh Keluarga Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Diwilayah Kerja Puskesmas Hiang Kabupaten Kerinci. Universitas Namu.
Setiawan, E., Machmud, R., & Masrul, M. (2018). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2018. Jurnal Kesehatan Andalas, 7(2), 275. https://doi.org/10.25077/jka.v7.i2.p275-284.2018
Sigalingging, D. (2022). Pemanfaatan Tepung Ubi Jalar Ungu Sebagai Pengganti Sebagian Tepung Beras Ketan Pada Kue Ombus-Ombus Makanan Khas Tapanuli Utara. Universitas Sumatera Utara.
Siringoringo, E. T., Syauqy, A., Panunggal, B., Purwanti, R., & Widyastuti, N. (2020). Karakteristik Keluarga Dan Tingkat Kecukupan Asupan Zat Gizi Sebagai Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Baduta. Journal of Nutrition College, 9(1), 54–62. https://doi.org/10.14710/jnc.v9i1.26693
Sugoro, N. A. (2021). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Pattingalloang Kecamatan Ujung Tanah Kota Makkasar. Universitas Hasanuddin Makassar.
TNP2K. (2017). 100 Kabupaten/ Kota Prioritas Untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting). In TNP2K (Vol. 1). TNP2K.
Wati, L., & Musnadi, J. (2022). Hubungan Asupan Gizi Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Di Desa Padang Kecamatan Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya. Jurnal Biology Education, 10(2022), 12–22.
Zulisa, E., Ulfiana, E., Mainy Handiana, C., Muhammadiyah Aceh, Stik., Harapan No, J., Blang Cut, P., Aceh, B., Kemenkes Semarang, P., & Tirto Agung Kec Banyumanik, J. (2021). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-60 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Jatibarang Kabupaten Brebes (Data Penimbangan Serentak Bulan Februari Tahun 2018) Factors Associated with Stunting Incidence in Children aged 24-. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 7(1), 2615–109.
Unduhan
Terbitan
Bagian
Lisensi
I. ORIGINALITY, AUTHORSHIP, AND COPYRIGHT
The manuscripts submitted for publication must be research works written in English that have not been previously published and  are not being considered for publication elsewhere. All the authors must have agreed to the submission and to the order of their names on the title page. They must also have agreed that the corresponding author may act on their behalf throughout the editorial review and publication process. The corresponding author is responsible for obtaining such agreement.
Requests for changes in authorship (order of listing or addition or deletion of names) after submission should be accompanied by signed statements of agreement from all the parties involved. To maintain and protect the publisher‘s ownership and rights and to protect the original authors from misappropriations of their published work, author(s) are required to sign a Journal Publishing Agreement and send it to the editorial office (jhtm@uui.ac.id).
II. PERMISSION
The author is responsible for acquiring the permission(s) to reproduce any copyrighted figures, tables, data, or text that are being used in the submitted paper. Authors should note that text quotations of more than 250 words from a published or copyrighted work will require grant of permission from the original publisher to reprint. The written permission letter(s) must be submitted together with the manuscript.
III. EDITORIAL REVIEW AND REVISION
All papers will be critically read by at least two anonymous reviewers, selected for their competence in the subject area of the paper. Acceptance of the paper will depend upon its scientific merit and suitability for the journal. A paper may be accepted in its original form or subject to revision.
The reviewers' (and editor's) suggestions will be conveyed to the author, who will then have an opportunity to revise the paper. A manuscript returned to an author for revision can be held for a maximum of eight weeks.
The accepted paper will be edited by native English speakers. The cost of language editing service is currently free.
IV. PROOFS
Galley proofs (PDF format) for an accepted article will be sent by e-mail to the corresponding author for copyediting corrections. The core content of an article cannot be changed at this time. It is the author's responsibility to check the entire manuscript, including tables, figure legends, and cited reference numbers, not just the items queried. The proofs should be corrected and mailed to the editorial office within 48 hours of receipt in order to expedite publication. Only one set of corrections will be accepted. In other words, it is important to ensure that all of your corrections are sent to us in one communication.
V. Â REPRINTS
Five free reprint copies of the published article will be shipped to the corresponding authors in Indonesia only, approximately two weeks after the issue is printed. Authors, including overseas authors, who wish to purchase reprints, are required to complete the Reprint Order Form, which will be sent with the galley proofs to corresponding authors. This form must be returned together with the corrected galley proofs.