Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pantang Makanan Selama Masa Nifas di Desa Tibang Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh

Penulis

  • Raudhatun Nuzul ZA Program Studi D-IV Bidan Pendidik, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ubudiyah Indonesia, Banda Aceh
  • Cut Mawar Juwita Program Studi D-III Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ubudiyah Indonesia, Banda Aceh, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33143/jhtm.v3i2.270

Kata Kunci:

Pantang Makanan, Masa Nifas, Sosial Ekonomi, Status Gizi, Pengalaman

Abstrak

Berdasarkan wawancara pada 10 ibu nifas didapatkan 7 dari ibu nifas masih menjalankan pantang makanan sesuai budayanya seperti tidak boleh makan daging hanya boleh makan ikan asin dan tidak mengetahui dampak dari pantang makanan tersebut dan 3 dari ibu nifas sudah mengetahui dampak dari pantangan makanan.Metode : penelitian ini merupakan penelitian survey yang bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah seluruh ibu yang tinggal di desa Tibang Banda Aceh yang mempunyai balita < 2 tahun yang berjumlah 60 orang, teknik pengambilan sampel  dengan total sampling. Analisa data menggunakan statistik sederhana uji chi-square. Hasil: menunjukan bahwa Tidak ada hubungan sosial ekonomi dengan Pantang Makanan Selama Nifas, tidak ada hubungan pekerjaan dengan tentang pantang makanan selama nifas, ada hubungan pengalaman dengan tentang pantang makanan selama nifas, tidak ada hubungan status gizi dengan tentang pantang makanan selama nifas. Kesimpulan dan saran:Tidak ada hubungan sosial ekonomi dengan Pantang Makanan Selama Nifas, tidak ada hubungan pekerjaan dengan tentang pantang makanan selama nifas, ada hubungan pengalaman dengan tentang pantang makanan selama nifas, tidak ada hubungan status gizi dengan tentang pantang makanan selama nifas.

Referensi

Bahiyatun. 2009. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Nifas Normal. Jakarta: EGC

Marmi S. 2012. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Notoadmodjo. 2010. Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

Notoadmodjo. 2012. Ilmu dan Seni Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta

Eslimah, 2009. Gambaran Pengetahuan dan Sikap Ibu Nifas Terhadap Status Gizi Selama Nifas di Zaal Kebidanan RSD Raden Mattaher Jambi tahun 2009

Harnany, AS. 2006. Pengaruh Tabu Makanan, Tingkat Kecukupan Gizi, Konsumsi Tablet Besi dan Teh Terhadap Kadar Hemoglobin pada ibu Hamil di Kota Pekalongan Tahun 2006. Laporan Tesis Universitas Diponegoro, Semarang

Haryono, 2006. Persalinan di Daerah Terpencil. Dalam http://www.depkes.co.id.,diakses tanggal 8 Maret 2016.

Iskandar. 2006. Pantang makanan Setelah Kelahiran. (http://www.memokita.com, diakses pada tanggal 24 Maret 2016.

Iskandar. 2010. Mitos Keliru Seputar Makanan. Http://www.health.kompas.com diakses pada tanggal 23 Maret 2016

Ita Rahayu Aprilian. 2014. Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Pantang Makanan pada masa nifas di BPS Nunik Isdayati Gemolong Sragen Tahun 2014. Karya Tulis Ilmiah STIKes Kusuma Husada Surakarta

Kardinan. (2008). Pantang Makanan. (http://www.nikita.com.id, diakses pada tanggal 15 April 2016

Paath E, Rumdasih Y. dan Heryati. 2005. Gizi dalam Kesehatan Reproduksi. EGC: Jakarta

Romana, T. 2013. Mitos Keliru Seputar Makanan Ibu Nifas-Kompasiana Kesehatan. Health.kompas.com diakses tanggal 20 Januari 2016

Saleha, Siti. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika

Sarwono. 2008. Psikologi Perkembangan. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Suherni. 2009. Perawatan Masa Nifas. Yogyakarta: Fitrimaya

Suprabowo, E. 2006. Praktik Budaya Dalam Kehamilan, Persalinan, Dan Nifas Pada Suku Dayak sanggau, Tahun 2006. Jurnal Kesehatan masyarakat Nasional Volume 1 FKM UI, Jakarta.

Swasono, M.F., 2004. Kehamilan, Kelahiran, Perawatan Ibu dan Bayi Dalam Konteks Budaya, Jakarta, UI Press

Winkjosastro. 2008. Ilmu Kebidanan. Jakarta: YBPSP

Diterbitkan

2017-10-15

Terbitan

Bagian

Articles