Hubungan Dukungan Keluarga dengan Keaktifan Lansia Mengikuti Kegiatan Posyandu di Desa Lumban Sinaga Wilayah Kerja Puskesmas Lumban Sinaga Kecamatan Pangaribuan Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2017
DOI:
https://doi.org/10.33143/jhtm.v5i1.327Kata Kunci:
Dukungan Keluarga, Keaktifan Lansia, Mengikuti Kegiatan PosyanduAbstrak
Lansia memiliki permasalahan khusus yang mencakup berlangsungnya proses menua yang berakibat timbulnya masalah fisik, mental maupun sosial, berkurangnya integrasi sosial lanjut usia, rendahnya produktivitas kerja lansia, banyaknya lansia yang miskin, terlantar dan cacat, adanya dampak negatif dari proses pembangunan yang dapat mengganggu kesehatan fisik lansia. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah kesehatan tersebut adalah melalui posyandu lansia. Presentase tingkat keaktifan lansia mengikuti kegiatan posyandu di Desa Lumban Sinaga wilayah kerja Puskesmas Lumban Sinaga masih tergolong rendah, dimana kehadiran lansia masih jauh dari target. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan keaktifan mengikuti kegiatan posyandu di Desa Lumban Sinaga Wilayah Kerja Puskesmas Lumban Sinaga Kecamatan Pangaribuan Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2017. Penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan dari bulan Februari-Agustus 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang terdaftar di Posyandu Desa Lumban Sinaga yaitu sebanyak 39 orang dan seluruhnya dijadikan  sampel dengan menggunakan teknik total populasi. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian didapatkan dukungan keluarga mayoritas  kurang yaitu sebanyak 48,7% dan keaktifan lansia mengikuti kegiatan posyandu adalah mayoritas tidak aktif yaitu sebanyak 66,7%. Ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan keaktifan lansia mengikuti kegiatan posyandu lansia p value = 0,007. Untuk itu disarankan bagi keluarga untuk dapat meningkatkan dukungannya bagi lansia agar lansia semakin aktif mengikuti kegiatan posyandu, bagi puskesmas juga diharapkan untuk memotivasi dan mengarahkan keluarga lansia untuk mendukung lansia mengikuti kegiatan posyandu serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di posyandu lansia.
Referensi
Bandiyah. S, 2014. Lanjut Usia dan Keperawatan Gerontik. Yogyakarta : Nuha Medika.
Depkes RI, 2006. Indikator Indonesia Sehat 2010 dan Pedoman Penetapan Indikator Provinsi Sehat dan Kabupaten/Kota Sehat. Jakarta
Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara, 2015. Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Jakarta.
Ekasari, 2008. Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Jakarta: Salemba Medika
Erfandi, 2008. Pengelolaan Posyandu Lansia. Diperoleh tanggal 02-05-2017
Erpandi, 2016. Posyandu Lansia. Jakarta : EGC.
Hanifah. A, 2015. Hubungan Dukungan Keluarga dengan Keaktifan Mengikuti Kegiatan Posyandu Lansia di Pekon Sari Bumi Kecamatan Gading Rejo Kabupaten Pringsewu. Diperoleh tanggal 27-02-2017.
Iwan, 2015. Hubungan Dukungan Keluarga dengan Keaktifan kunjungan Lansia ke Posyandu lansia Di Desa Leyangan Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang. Diperoleh tanggal 27-03-2017.
Kaplan, 2012. Buku Ajar Psikiatri Klinis. Jakarta: EGC
Kemenkes RI, 2014. UU RI Nomor 13 Tahun 1998 Tentang Kesejahteraan Lanjut usia.
Kresnawati, 2011. Hubungan Dukungan Keluarga dengan Keaktifan Mengikuti Kegiatan Posyandu Lansia di Desa Gonilan Kecamatan Kartasura. Diperoleh tanggal 13-03-2017
Lilik, 2011. Keperawatan Lanjut Usia. Yogyakarta : 2011.
Mahara, D. 2012. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keaktifan Lansia dalam Mengikuti Kegiatan Posyandu Lansia di Desa Kauman Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten. Diperoleh tanggal 07-04-2017.
Notoatmodjo. S, 2016. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.
Nugroho, 2009. Keperawatan Gerontik. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC
Purnawati N. 2014. Faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan lansia dalam kegiatan posyandu di Desa Plumbon Kecamatan Mojolaban Sukoharjo Surakarta. Diperoleh tanggal 10-042017
Puspitasari, Dian. 2014. Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Dukungan Keluarga dengan Keaktifan Lansia dalam Mengikuti Kegiatan di Posyandu Lansia Desa Gajahan Kecamatan Colomadu. Diperoleh tanggal 20-04-2017.
Setiadi, 2008. Konsep dan Proses Keperawatan Keluarga. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Sudjana, 2005. Metoda Statistik. Bandung : Tarsito.
Sulistyo, 2012. Keperawatan Keluarga. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Sunaryo dkk, 2016. Asuhan Keperawatan Gerontik. Yogyakarta : Andi.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
I. ORIGINALITY, AUTHORSHIP, AND COPYRIGHT
The manuscripts submitted for publication must be research works written in English that have not been previously published and  are not being considered for publication elsewhere. All the authors must have agreed to the submission and to the order of their names on the title page. They must also have agreed that the corresponding author may act on their behalf throughout the editorial review and publication process. The corresponding author is responsible for obtaining such agreement.
Requests for changes in authorship (order of listing or addition or deletion of names) after submission should be accompanied by signed statements of agreement from all the parties involved. To maintain and protect the publisher‘s ownership and rights and to protect the original authors from misappropriations of their published work, author(s) are required to sign a Journal Publishing Agreement and send it to the editorial office (jhtm@uui.ac.id).
II. PERMISSION
The author is responsible for acquiring the permission(s) to reproduce any copyrighted figures, tables, data, or text that are being used in the submitted paper. Authors should note that text quotations of more than 250 words from a published or copyrighted work will require grant of permission from the original publisher to reprint. The written permission letter(s) must be submitted together with the manuscript.
III. EDITORIAL REVIEW AND REVISION
All papers will be critically read by at least two anonymous reviewers, selected for their competence in the subject area of the paper. Acceptance of the paper will depend upon its scientific merit and suitability for the journal. A paper may be accepted in its original form or subject to revision.
The reviewers' (and editor's) suggestions will be conveyed to the author, who will then have an opportunity to revise the paper. A manuscript returned to an author for revision can be held for a maximum of eight weeks.
The accepted paper will be edited by native English speakers. The cost of language editing service is currently free.
IV. PROOFS
Galley proofs (PDF format) for an accepted article will be sent by e-mail to the corresponding author for copyediting corrections. The core content of an article cannot be changed at this time. It is the author's responsibility to check the entire manuscript, including tables, figure legends, and cited reference numbers, not just the items queried. The proofs should be corrected and mailed to the editorial office within 48 hours of receipt in order to expedite publication. Only one set of corrections will be accepted. In other words, it is important to ensure that all of your corrections are sent to us in one communication.
V. Â REPRINTS
Five free reprint copies of the published article will be shipped to the corresponding authors in Indonesia only, approximately two weeks after the issue is printed. Authors, including overseas authors, who wish to purchase reprints, are required to complete the Reprint Order Form, which will be sent with the galley proofs to corresponding authors. This form must be returned together with the corrected galley proofs.