Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Baiturrahman

Penulis

  • Asmaul Husna Program Studi D-IV Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ubudiyah Indonesia, Jl. Alue Naga Desa Tibang, 23114, Banda Aceh, Indonesia
  • Faradilla Safitri Program Studi D-IV Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ubudiyah Indonesia, Jl. Alue Naga Desa Tibang, 23114, Banda Aceh, Indonesia
  • Nuzulul Rahmi Program Studi D-III Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ubudiyah Indonesia, Jl. Alue Naga Desa Tibang, 23114, Banda Aceh, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33143/jhtm.v5i1.341

Kata Kunci:

Pengetahuan, Dukungan Suami

Abstrak

Pemerintah telah menghimbau cakupan pemberian ASI Eksklusif masih rendah berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Depkes RI) tahun 2010. Cakupan pemberian ASI Eksklusif pada bayi 0-5 bulan 27.2% jika dilihat detail pemberian ASI pada bayi 5 bulan hanya 15.3%. data Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) menunjukkan tahun 2002 memberi ASI 40% pada tahun 2007 turun menjadi 32% (Riskesdas, 2010). Tujuan dari penelitian ini untuk Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Baiturrahman. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja  Puskesmas Baiturrahman pada bulan januari 2015. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang memiliki bayi yang berumur 7-12 bulan dan berada di wilayah kerja  Puskesmas Baiturrahman sebanyak 75 orang.. Hasil analisis bivariat di dapat bahwa tidak ada hubungan yang signifikan anatara pengetahuan dengan pemeberian ASI eksklusif  dengan nilai P value = 0,240 (p < 0.05) ada hubungan yang singnifikan antara dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas BaiturrahamanTahun 2017.

Referensi

Ari Setiawan Saryono (2010). Metodologi Penelitian Kebidanan DIII, DIV, SI dan S2. Yogyakarta: Muha Medika.

Arora S, Junkin CM, Wherer J, Kuhn P. (2000). Mayor Factor Inluencing

Breastfeeding Rates: Mother’s Perception Of Father’s Attitude And Milk Supply. Pediatrics. 106(5): e67.

Bedah ASI (2002). Jakarta: Salemba Medika.

Bunda (2008). â€Pentingnya ASI Eksklsifâ€. From : http://www.kelymom.com/new man/risk of formula.

Depkes RI (2010). â€Buku Panduan Manajemen Laktasiâ€. Suara Merdeka. From : www.Mcspotlinght.org.

Dewar Gwen, Ph.D (2008). Bayi Tidur masalah: sebuah panduan untuk orangtua yang berpikiran ilmiah. From : http://translate.googleusercontent.com/translate

Dian, 2000. Menyusui Bayi Anda. Jakarta : PT. Dian Rakyat.

Growwing Kids (2008), Parent-Directed Feeding, From http://www.GrowwingKids.org/.

Ganong, William F (2002). Buku Ajar Fisiologi Kebidanan. Jakarta: EGC.

Hector D, King L, Webb K, Heywood P. ( 2005 ). Factors Affecting Breastfeeding Practices: Applying A Conceptual Framework. NSW Public Health Bull.2005 16(3-4):52-55.

Hidayat A.Aziz Alimul (2006). Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia. Buku 2. Jakarta: Salemba Medika.

Japardi Iskandar (2002). Ganguan tidur. Fakultas Kedokteran Bagian Bedah Universitas Sumatera Utara.

Kelly, P. (2007). Bayi Anda Tahun Pertama: Tips Bergambar Perawatan Bayi Tahap Demi Tahap. Jakarta : Arcan

Krityansari (2009). ASI Menyusui Dan Sadari. Jakarta: Salemba Medika.

Meedya S. Fahy. Kable A. (2010). Factors That Positively Influence Breastfeeding Duration To 6 Months: A Literature Review. Women and Birth. 2010, 23,135-145.

Diterbitkan

2019-04-15

Terbitan

Bagian

Articles