Kepatuhan Berobat Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya

Penulis

  • Fauziah Andika Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ubudiyah Indonesia, Kota Banda Aceh, Indonesia
  • Eva Rosdiana Program Studi D-IV Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ubudiyah Indonesia, Kota Banda Aceh, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33143/jhtm.v2i1.349

Kata Kunci:

Kepatuhan berobat, umur, peran PMO dan peran petugas kesehatan

Abstrak

Tuberkulosis (TB) Paru masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia. Tidak hanya di dunia, di Indonesia juga merupakan masalah kesehatan masyarakat baik dilihat dari sisi angka kematian, angka kejadian penyakit maupun diagnosis dan terapinya. Desain penelitian ini adalah crossectional dengan jumlah sampel 36 orang dan penelitian ini dibantu oleh enumerator. Banyak faktor yang mempengaruhi patuh dan tidaknya seseorang patuh berobat penyakit TB paru, diantaranya adalah dikarenakan peran petugas kesehatan, peran PMO, jarak tempuh dan pengetahuan pasien. Penderita TB paru harus dapat melakukan pengobatan secara terus-menerus, dimana pengobatan dilakukan selama 6 bulan tanpa berhenti. Ketidakpatuhan berobat penderita TB paru dapat meningkatkan jumlah penderita TB Paru BTA Positif.

Referensi

Achmadi,Umar Fahmi., (2008). Manajemen Penyakit Berbasis Wilayah, Jakarta: Penerbit UI Pres.

Aditama, dkk., (2006),Tuberkulosis, Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.

Alsagaff,Hood. dan Abdul Mukti,(2008)., Dasar-Dasar Ilmu Penyakit Paru, Surabaya: Airlangga University Press,

Arif,Muttaqin,Skep., (2008), Asuhan Keperawatan Gangguan Sistem Muskuloskeletal, Jakarta:EGC,

Bahar, Asril,(2001).Tuberkulosis Paru, Edisi 2, Jakarta : FK UI.

DepKes RI, (2007).Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis, Jakarta.

DepKes RI, (2008), Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis, Jakarta: Edisi 2.

DepKes RI, (2008)dan WHO, Sub Direktorat TB, Hari TB Sedunia 2008. Jakarta

________, (2009).Profil Kesehatan Indonesia, Jakarta

Diantika, dkk,(2007)Kepatuhan Berobat Penderita TB Paru di wilayah DKI Jakarta, Jakarta: Depkes RI,. http://www.depkes.go.id. (diakses 4 Desember 2012)

Djojodibroto, Darmanto.,(2009), Respiratori, Jakarta: EGC.

Green, Lawrence W.,et al.(1980).Health Education Planning A diagnostic Approach, First Education, California: Mayfield Publishing Company.

Hastuti, Hubungan karakteristik Individu, Faktor Pelayanan Kesehatan dan Faktor Pengawas Menelan Obat dengan Kepatuhan Pengobatan Penderita TB Paru BTA Positif di Wilayah Kerja Puskesmas Julok Kabupaten Aceh Timur, Banda Aceh : FKM UNMUHA, 2012

http://medicastore.com/tbc/penyakit_tbc.html (diakses 4 Desember 2012)

http://www.tbindonesia.or.id/pdf/2012/stranas_ran/ran_sdm.pdf (Diakses tanggal 12 Desember 2012)

Kementrian Kesehatan RI, (2011), Laporan Situasi Terkini Perkembangan Tuberkulosis di Indonesia Januari – Juni 2011,Jakarta

Kementrian Kesehatan RI, (2010).Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2010),Jakarta

Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional(BAPPENAS),(2010),Laporan Pencapaian Tujuan Pembangunan Millennium Indonesia, Jakarta

Laporan Dinas Kesehatan Pidie Jaya, Pidie Jaya:2011

Laporan Dinas Kesehatan Pidie Jaya, Pidie Jaya:2012

Muhsin K, dkk, (2006)Keteraturan Berobat Penderita TB Paru, Yogyakarta : Universitas Gajah Mada,

Novel, Sinta Sasika,(2011),Ensiklopedi Penyakit Menular dan Infeksi, Yogyakarta : Familia,

Profil Kesehatan Aceh, Banda Aceh: Dinas Kesehatan Aceh, 2010.

Profil Puskesmas Kecamatan Trienggadeng: 2012.

Sujayanto, dr., (2000)Faktor Resiko Kegagalan Pengobatan Tb Paru, Suatu Penelitian di Kabupaten Deli Serdang SUMUT, Medan. http://www.usudigitalibrary.com (di akses 4 Desember 2012)

Soemantri, Irman, (2009), Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Gangguan System Pernapasan, Jakarta: Salemba Medika,

Widowati, (2005), Pemberantasan Penyakit Paru dan Strategi DOTS,Medan: http://www.usudigitalibrary.com (diakses 4 Desember 2012)

Widoyono,MPH,Dr.,(2008)Penyakit Tropis Epidemiologi Penularan, Pencegahan dan Pemberantasannya, Jakarta: Erlangga,

World Health Organization, (2010),Global Tuberculosis Control, Geneva WHO,

World Health Organization,(2012)Tuberculosis Control in South-East Asia Region.

Zuliana, Imelda, (2009), Pengaruh Karakteristik Individu Terhadap Tingkat Kepatuhan Penderita TB Paru Dalam Pengobatan di Puskesmas Labuhan Kota Medan, Medan:FKM USU,

Zulkifli Amin, Asril Bahar, (2006.),Tuberkulosis paru ,Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jakarta : UI.

Diterbitkan

2019-05-16

Terbitan

Bagian

Articles