FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN LHOONG KABUPATEN ACEH BESAR.
DOI:
https://doi.org/10.33143/jhtm.v10i2.4647Abstrak
Kebijakan penggunaan dana desa dalam upaya penanganan stunting Nomor 16 tahun 2018 tentang penggunaan dana desa tahun 2019 Pasal 6. Upaya peningkatan gizi masyarakat serta pencegahan anak kerdil (stunting). Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat kekurangan gizi kronis (menahun) sehingga menyebabkan tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya. Hasil studi status gizi Indonesia (SSGI) prevalensi status gizi balita stunted (TB/U dan PB/U) nasional sebesar 24,4% sedangkan provinsi aceh sebesar 33.2% dan kabupeten aceh besar prevalensinya sebesar 32,4. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting di wilayah pesisir Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh Besar.
Metode Penelitian: Penelitian bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan desain case control. Pengumpulan data di lakukan pada tanggal  22-27 Juni tahun 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak balita yang di wilayah pesisir kecamatan Lhoong yang berjumlah 834 orang anak balita. sampel menggunakan rumus minimal sampel lameshow, pengambilan sampel dengan cara acak sistematis dengan hasil 42 orang anak balita. yang status gizi katagori Stunting 21 orang dan anak balita normal 21 orang. Instrument penelitian menggunakan kuesioner, pengukuran TB/PB menggunakan mikrotoice dengan pengolahan data statistik yaitu uji Chai-Square.  Hasil Penelitian: Berdasarkan uji statistik diperolah bahwa ada hubungan antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting  (p-value =0.0504) , tidak ada hubungan antara riwayat sanitasi dengan kejadian stunting (p-value= 0.350) dan tidak ada hubungan antara riwayat pemberian imunisasi dasar lengkap dengan kejadian stunting (p-value=0.504). Kesimpulan dan saran: Adanya hubungan yang signifikan antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting, Tidak ada hubungan yang signifikan antara riwayat sanitasi dengan kejadian stunting dan Tidak ada hubungan yang signifikan antara riwayat pemberian imunisasi dasar lengkap dengan kejadian stunting di wilayah pesisir Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh Besar.
Kata Kunci: Riwayat Penyakit Infeksi, Riwayat Sanitasi dan Riwayat Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap dengan kejadian stunting.
Referensi
Adila, H.T.N. (2021). Literature Review Hubungan Infeksi Saluran Pernafasan Akut dengan Kejadian Stunting. JIKSH: Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Volume 10| Nomor 1| Juni|2021 e-ISSN: 2654-4563 dan p-ISSN: 2354-6093.
Ariaty (2019). Faktor-Faktor Resiko Penyebab Terjadinya Stunting Pada Balita Usia 23-59 Bulan. Oksitosin, Kebidanan, VOL. VI, No. 1, Februari 2019: 28-3.
Aridiyah, Rohmawati dan Ririanty (2015). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan. e-Jurnal Pustaka Kesehatan, vol. 3 (no. 1) Januari 2015.
BAPPENAS,(2020).intervensi gizi spesifik. https://cegahstunting.id/intervensi/intervensi-spesifik/. Akses maret 2022.
BAPPENAS (2020). Faktor penyebab tidak langsung stunting. (https://cegahstunting.id). Akses 18 maret 2022.
Daracantika, Ainil, Basral (2021). Systematic Literature Review: Pengaruh Negatif Stunting terhadap Perkembangan Kognitif Anak. Bikfokes Volume 1 Edisi 2 Tahun 2021.
Diniyyah dan Nindya (2017). Asupan Energi, Protein dan Lemak dengan Kejadian Gizi Kurang pada Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Suci, Gresik. Amerta Nutr (2017) 341-350 DOI: 10.2473/amnt.v1i4.2017.341-350
Doni, Yusefni, Susanti, Wulandari (2020). Jurnal Kesehatan. VOL14 No 2 / 2020 ISSN 2597-7520.
Ernawati, A. (2020). Gambaran Penyebab Balita Stunting di Desa Lokus Stunting Kabupaten Pati Description of the Causes of Toddler Stunting in the Village of Stunting Locus, Pati Regency. Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK http://ejurnal-litbang.patikab.go.id Vol. 16 No. 2 Desember 2020 Hal 77-94
Fauzan (2021). Hubungan Sanitasi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Jurnal Medika Hutama Vol 03 No 01, Oktober 2021.
Febiyanti dan Wiwin (2021). Hubungan imunisasi dasar dan dukungan keluarga dengan kejadian stunting pada balita: literature review. Borneo Student Research eISSN:2721-5725, Vol 3, No 1, 2021.
Hidayani (2020). Riwayat Penyakit Infeksi Yang Berhubungan Dengan Stunting Di Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Kesehatan “Peran Tenaga Kesehatan Dalam Menurunkan Kejadian Stunting†Tahun 2020.
Khayriah dan Fayasari (2020). Perilaku higiene dan sanitasi meningkatkan risiko kejadian stunting balita usia 12-59 bulan di Banten. Ilmu Gizi Indonesia ISSN 2580-491XVol. 03, No. 02, 123-134.
Kementerian Perikanan Dan Kelautan (2021). Peraturan Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Dan Perikanan Nomor 2 tahun 2021 tentang petunjuk teknis safari gerakan memasyarakatkan makan ikan (Gemarikan). Jakarta: Kementerian Perikanan Dan Kelautan.
Kemenkes RI (2017). Stunting dalam kacamata kesehatan lingkungan http://stbm.kemkes.go.id/app/news/11651/stunting-dalam-kacamata-kesehatan-lingkungan. Akses maret 2022.
Kemenkes RI (2018).Buletin Jendela Data Dan Informasi Kesehatan Situasi Balita Pendek (stunting) di Indonesia. ISSN 2088-207X Semester 1 2018.
Kemenkes RI (2019). Warta Kemas Edisi Gizi Seimbang Prestasi Gemilang. Jakarta: Kemenkes RI.
Kemenkes RI (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Standar Antropometri Anak. Jakarta.
Kemenkes RI (2021). Buku Saku Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tingkat Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota.
Kemenkes RI (2018). Warta Kesmas Cegah Stunting Itu Penting. Jakarta: Kemenkes RI.
Kuewa, Herawati, Settu, Ottoluwa, Lalusu, Dwicahya (2021). Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Stunting pada Balita Di Desa Jayabakti Tahun 2021. Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal Volume 12, Nomor 2, Desember 2021 P-ISSN: 2086-3773, E-ISSN: 2620-8245
Kasim, Malonda dan Amisi (2019). Hubungan Antara Riwayat Pemberian Imunisasi dan Penyakit Infeksi dengan Status Gizi pada Anak Usia 24-59 Bulan di Kecamatan Ratahan Kabupaten Minahasa Tenggara. Jurnal Bios Logos, februari 2019, vol.9 nomor 1
Latta, Punuh dan Malonda (2017). Hubungan Antara Pemberian Asi Eksklusif Dengan Status Gizi Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kolongan Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara. https:// ejournal.unsrat.ca.id.
Noorhasanah dan Tauhidah (2021). Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Kejadian Stunting Anak Usia 12-59 Bulan. Jurnal Ilmu Keperawatan Anak, Vol 4 No 1, May 2021 DOI: http://dx.doi.org/10.26594/jika.4.1.2021. 37-42 e-ISSN 2621-296X
Nengsi dan Risman (2019). Hubungan Penyakit Infeksi Dengan Status Gizi Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Anreapi Kabupaten Polewali Mandar. J-Kesmas Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3, No. 1, Mei 2017 p-ISSN: 2442-8884 / e-ISSN: 2541-4542
Novikasari, Setiawati dan Subroto (2021). Hubungan Riwayat Penyakit Infeksi Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 12-59 Bulan. JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati),Vol 7,No.2.April 2021, ISSN (Print) 2476-8944 ISSN (Online) 2579-762X, Hal 200-206
Olo, Mediani dan Rakhmawati (2021). Hubungan Faktor Air dan Sanitasi dengan Kejadian Stunting pada Balita di Indonesia. Jurnal Obsesi : Volume 5 Issue 2 (2021) Pages 1113-1126 Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini ISSN: 2549-8959.
Pratama, Angraini, Nisa (2019). Literatur Review Penyebab Langsung (Immediate Cause) yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Immediate Cause Affects Stunting in Childre. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 10, No, 2, Desember 2019, pp; 299-303 p-ISSN: 2354-6093 dan e-ISSN: 2654-4563.
Pratiwi, Sari, Ratnasari (2021). Dampak Status Gizi Pendek (Stunting) Terhadap Prestasi Belajar : A Literature Review. Jurnal Nursing Update- Edisi Khusus VOL.12. NO. 2(2021) P.ISSN 2085-5931.
wilayah pesisir pantai dan pegunungan di Kabupaten Jember tahun 2015 (comparison study of healthy babies, children and pregnant women indicator in the coastal marine and mountain area at jember district 2015). NurseLine Journal Vol. 1 No. 2 Nopember 2016 p-ISSN 2540-7937 e-ISSN 2541-464X.
Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia (2017). 100 Kabupaten/Kota Prioritas untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting). Jakarta
Solin, Hasanah, Nurchayati (2017). Hubungan Kejadian Penyakit Infeksi Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita 1-4 Tahun. JOM FKp Vol. 6 No.1, (Januari-Juni) 2019.
Sugiarto, Subakir dan Pitriyani (2019). Faktor Risiko Kejadian Diare Pada Balita. Scientific Periodical of Public Health and Coastal Health e ISSN 2685-0389.
Sutriyawan, Kurniawati, Rahayu, Habibi (2020). Hubungan Status Imunisasi Dan Riwayat Penyakit Infeksi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita: Studi Retrospektif. Journal Of Midwifery Vol. 8 No. 2 Oktober 2020 ISSN: 2338-7068 E-ISSN: 2722-4228
Sartika, A. (2010). Analisis Pemanfaatan Program Pelayanan Kesehatan Status Gizi Balita. Kesmas, Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 5, No. 2, Oktober 2010.
Sutarto, Mayasari1 dan Indriyani (2018). Stunting, Faktor Resiko dan Pencegahannya. J Agromedicine | Volume 5 | Nomor 1 | Juni 2018.
Syam dan Sunuh (2020). Hubungan Kebiasaan Cuci Tangan, Mengelola Air Minum dan Makanan dengan Stunting di Sulawesi Tengah. Gorontalo Journal of Public Health. Vol 3(1) April 2020 P-ISSN : 2614-5057 E-ISSN: 2614-5065
Slovia, Ningsrum dan Sulistiani (2022). Analisis Hubungan Antara Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Stunting di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia 21(1), 2022ISSN: 1412-4939 – e-ISSN: 2502-7085.
UNICEF(2019). Status Anak Dunia 2019. https://www.unicef.org/indonesia/id/status-anak-dunia-2019. Akses 20 Maret 2022.
Susila, I. (2017). Teknik pengambilan sampel. IPM Lab Fakultas Pertanian Universitas Udayana. https://simdos.unud.ac.id/. Akses juni 2022.
Yanti, Afritayeni, Amanda (2019). Hubungan Perilaku Orang Tua Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru Tahun 2018. Al-Insyirah Midwifery Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Sciences) voluume 8, Nomor 2, Tahun 2019 p-ISSN: 2338-2139 e-ISSN: 2622-3457
Yulnefia dan Sutia (2022). Hubungan Riwayat Penyakit Infeksi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-36 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar. JMJ, Volume 10, Nomor 1 Mei 2022, Hal: 154-163
Imunisasi Dasar Berhubungan Dengan Kejadian Balita Stunting. JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati),Vol 7,No.4.Oktober 2021, ISSN (Print) 2476-8944 ISSN (Online) 2579-762X, Hal 851-856
Stunting Pada Anak Balita (0-59) bulan di Nagari Balingka Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam Tahun 2022. Jurnal Ners Volume 6 Nomor 1Tahun 2022Halaman52-60. ISSN 2580-2194
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
I. ORIGINALITY, AUTHORSHIP, AND COPYRIGHT
The manuscripts submitted for publication must be research works written in English that have not been previously published and  are not being considered for publication elsewhere. All the authors must have agreed to the submission and to the order of their names on the title page. They must also have agreed that the corresponding author may act on their behalf throughout the editorial review and publication process. The corresponding author is responsible for obtaining such agreement.
Requests for changes in authorship (order of listing or addition or deletion of names) after submission should be accompanied by signed statements of agreement from all the parties involved. To maintain and protect the publisher‘s ownership and rights and to protect the original authors from misappropriations of their published work, author(s) are required to sign a Journal Publishing Agreement and send it to the editorial office (jhtm@uui.ac.id).
II. PERMISSION
The author is responsible for acquiring the permission(s) to reproduce any copyrighted figures, tables, data, or text that are being used in the submitted paper. Authors should note that text quotations of more than 250 words from a published or copyrighted work will require grant of permission from the original publisher to reprint. The written permission letter(s) must be submitted together with the manuscript.
III. EDITORIAL REVIEW AND REVISION
All papers will be critically read by at least two anonymous reviewers, selected for their competence in the subject area of the paper. Acceptance of the paper will depend upon its scientific merit and suitability for the journal. A paper may be accepted in its original form or subject to revision.
The reviewers' (and editor's) suggestions will be conveyed to the author, who will then have an opportunity to revise the paper. A manuscript returned to an author for revision can be held for a maximum of eight weeks.
The accepted paper will be edited by native English speakers. The cost of language editing service is currently free.
IV. PROOFS
Galley proofs (PDF format) for an accepted article will be sent by e-mail to the corresponding author for copyediting corrections. The core content of an article cannot be changed at this time. It is the author's responsibility to check the entire manuscript, including tables, figure legends, and cited reference numbers, not just the items queried. The proofs should be corrected and mailed to the editorial office within 48 hours of receipt in order to expedite publication. Only one set of corrections will be accepted. In other words, it is important to ensure that all of your corrections are sent to us in one communication.
V. Â REPRINTS
Five free reprint copies of the published article will be shipped to the corresponding authors in Indonesia only, approximately two weeks after the issue is printed. Authors, including overseas authors, who wish to purchase reprints, are required to complete the Reprint Order Form, which will be sent with the galley proofs to corresponding authors. This form must be returned together with the corrected galley proofs.