HUBUNGAN PERILAKU IBU DENGAN PERSISTENSI PADA ANAK DI DESA PANTON KECAMATAN NISAM KABUPATEN ACEH UTARA
DOI:
https://doi.org/10.33143/jhtm.v11i2.5322Kata Kunci:
Perilaku, PersistensiAbstrak
Persistensi menjadi penyakit gigi yang sebagian besar dihadapi oleh warga Indonesia, utamanya anak-anak berusia 6-12 tahun. Dikarenakan pada usia ini terjadi masa transisi dari gigi susu ke gigi tetap yang sering disebut dengan masa gigi bercampur. Melihat tingginya angka penyakit gigi dan mulut yang salah satunya dipengaruhi oleh faktor perilaku orang tua yang mempunyai peran terhadap pertumbuhan gigi anak khususnya pada periode gigi bercampur yang berdampak pada terjadinya kasus persistensi. Hasil pemeriksaan awal yang peneliti lakukan dari 10 anak di Desa Panton Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara terdapat 9 orang anak mengalami persistensi gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku ibu dengan persistensi pada anak di Desa Panton Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini bersifat analitik dengan dengan desain cross sectional. Dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh anak dan ibu yang berada di Desa Panton Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara berjumlah 40 orang dengan teknik Purposive Sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 06 s/d 13 Mei 2025 dan analisa data menggunakan uji statistic yaitu uji Chi-square dengan mengunakan program SPSS. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku ibu pada kategori baik dengan tidak memiliki persistensi gigi pada anak yaitu 10 orang (25%) dan perilaku ibu pada kategori kurang baik memiliki adanya persistensi yaitu 19 orang (47%) dari hasil uji statistik chi-square diperoleh nilai sebesar p= 0,00 (p< 0,05), dimana terdapat hubungan perilaku ibu dengan persistensi pada anak. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa ada hubungan perilaku ibu dengan persistensi pada anak. Dan disarankan kepada ibu murid agar dapat meningkatkan perilaku yang meliputi pengetahuan, sikap, dan tindakan tentang persistensi gigi dengan memperbanyak informasi kesehatan gigi dan mulut anak terutama masa pertumbuhan dan perkembangan gigi serta usia masa gigi bercampur.
Referensi
Achmad, Muh H., Adam, A. M., Horax, S., Handayani, H., Ramadany, S. 2021. Perawatan rongga mulut anak berkebutuhan khusus. Jakarta : CV Sagung Seto
Asriawal, Jumriani, Latifa Mutmainna Rachman, Pariati, 2023. Dampak Perilaku Orang Tua terhadap Kasus Persistensi Gigi pada Anak SD Inpres Unggulan BTN Pemda,Media Kesehatan Gigi, P-ISSN 2087-0051, E-ISSN 2622-7061 Vol. 22 No. 1 Tahun 2023
Cahyaningrum, “Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Kejadian Karies Gigi Pada Balita di Paud Pyra Sentosa Relationship of Mother Behavior Against Dental Caries Incidence in Toddler at Putra Sentosa Early Childhood,” Dep. Epidemiol. Fak. Kesehat. Masy. Univ. Airlangga, vol. 5, no. April 2017, p. 143, 2017, doi: 10.20473/jbe.v5i2.2017.142-151
David A, Mitchel Laura. Mitchell, Lorna McCaul. 2015. Kedokteran Gigi Klinis. Edisi5. EGC, Jakarta. Hal: 209
Darsini, Fahrurrozi, & Cahyono, E. A. (2019). Pengetahuan: Artikel Review. Jurnal Keperawatan, 12(1), 95–107.
Depkes RI, 2023, Undang-Undang Kesehatan No.17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan, Jakarta
Elfakti, Nahid Khalil. Influence Of Socioeconomic Status On Dental Health Among Primary School Children In Najran; KSA. IOSR Journal of Dental and Medical Sciences (IOSR-JDMS). 2015; 4(1): 145-146.
Elfi. Zahara, “Perilaku Ibu Tentang Masa Pergantian Gigi Dengan Persistensi Pada Murid Min Cot Gue Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Tahun 2018,” Jukema, vol. 5, no. 2, pp. 426–431, 2019.
E. Yuniarly, R. Amalia, and W. Haryani Hubungan tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan tingkat kebersihan gigi dan mulut anak sekolah dasar,” J. Oral Heal. Care, vol. 7, no. 1, pp. 01–08, 2019, doi: 10.29238/ohc.v7i1.339.
Jumriani.,& Sunomo Hadi.,(2021). Pengetahuan Orang Tua Tentang Pertumbuhan Gigi Anak. Media Kesehatan Gigi: Politeknik Kesehatan Makassar, 20(1), 1–7. https://journal.poltekkes-mks.ac.id/ojs2/index.php/mediagigi/article/view/2166/1453. Diupload pada tanggal 19 Januari 2025
Hanna, Y, 2018. ”Apa Fungsi Gigi Susu” 14 Januari 2018 Home/iptek https://www.google.com
Herman. (2020). The Relationship of Family Roles and Attitudes In Child Care With Cases of Caput Succedeneum in RSUD Labuang Baji, Makassar City In 2018. inovasi penelitian, 49.
Kementerian Kesehatan RI. 2018. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI.
Irwan. Etika dan Perilaku Kesehatan. 2017. Gorontola. CV. Absolute Media
Jumriani.,& Sunomo Hadi.,(2021). Pengetahuan Orang Tua Tentang Pertumbuhan Gigi Anak. Media Kesehatan Gigi: Politeknik Kesehatan Makassar, 20(1), 1–7. https://journal.poltekkes-mks.ac.id/ojs2/index.php/mediagigi/article/view/2166/1453. Diupload pada tanggal 19 Januari 2025
Marimo C. Delayed Exfoliation of Primary Teeth Due to Second Pathoses Case Series Study. Medical Journal of Zambia. 2021; 36(2): 92–94.
Mulyana. (2018). Pengetahuan Ibu tentang Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak. Jurnal Ilmiah Kesehatan Iqra, 6(1).
Ngantung Rebecca A., Damajanty H. C. Pangemanan, Paulina N. Gunawan. 2015. Pengaruh Tingkat Sosial Ekonomi Orang Tua terhadap Karies. Anak di TK Hang Tuah Bitung. Jurnal e-GiGi (eG), 3 (2).
Nurfadilah, N , Sekarlawu, H. H., Rohita, R., (2020). Faktor Pendukung Dalam Perawatan Gigi Anak Usia 6-7 Tahun. Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI), 2(1), 49. https://doi.org/10.36722/jaudhi.v2i1.580
N. M. Fitri, Haria Eni Rahmi Kasuma, “Differences in the Effectiveness of Online and Offline Dental and Oral Health Education Management for Middle School Children in the New Normal Era of Covid 19,” vol. 1, pp. 16 20, 2022.
Notoatmodjo, S., (2019), Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni, Dalam: Mencermati Gizi Bayi, Awal Kesehatan Masyarakat, Rineka Cipta, Jakarta.
N. Ria and S. A. Simaremare, “Pengetahuan Ibu Tentang Masa Pertumbuhan Gigi Terhadap Kondisi Gigi Anak,” J. Ilm. PANNMED (Pharmacist, Anal. Nurse, Nutr. Midwivery, Environ. Dent., vol. 15, no. 2, pp. 329–332, 2020, doi: 10.36911/pannmed.v15i2.770.
Oktarina, Tumaji, & Roosihermiatie, B. (2016). Korelasi Faktor Ibu dengan Status Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Taman Kanak-Kanak di Kelurahan Kemayoran Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 19(4), 226-235. https://media.neliti.com. Diakses pada tanggal 25 Mei 2025
Putri Widya Kurniasih, E. P. 2022. Pengetahuan Orang Tua Tentang Persistensi Gigi Di Wilayah Kerja Puskesmas Parengan Kabupaten Tuban 2022. Indonesian Journal of Health and Medical. 2, 339.
Paramita, P. 2020. Memahami Pertumbuhan dan Kelainan Gigi Anak. Jakarta:Trubus Agriwidya.
Permatasari , S. Rinjani, Isa Insanuddin, Sri. Perilaku Ibu Tentang Asupan Nutrisi yang Baik bagi Mulyanti, “Tingkat Pengetahuan Orangtua tertumbuhan dan Perkembangan Gigi Anak,” J. Kesehat. Siliwangi, vol. 2, no. 2, pp. 659 663, 2021.
Rahardjo, A. K., Widjiastuti, I., & Prasetyo, E. A. (2016). Prevalensi Karies Gigi Posterior Berdasarkan Kedalaman, Usia dan Jenis Kelamin di RSGM FKG Unair Tahun 2014 (Prevalence of Posterior Teeth Caries by The Depth of Cavity, Age and Gender at RSGM FKG Unair in 2014). Conservative Dentistry Journal, 6(2), 7–12.
Rahmawati, Darmini, N. W., Fitriana, L. B., & Vidayanti, V. 2021. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Seimbang Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 2-5 Tahun. Coping: Community of Publishing in Nursing, 10(2), 160. https://doi.org/10.24843/coping.2021.v10.i02.p06
Riskesdas,2023, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2023, Departemen Kesehatan R.I. Jakarta, www. depkes. go. id/ downloads/ riskesdas2023/ Hasil%20 Riskesdas%2023.pdf, didownload tanggal 15 Januari 2025
Riyanto, Agus 2017, Metodologi Penelitian. Jakarta, ECG
Sadimin S , Determinan Perilaku Pencegahan Karies Gigi Siswa Sekolah Dasar Di Kota Semarang. J Kesehat Gigi. 2019;6(1):26.
Setyaningsih R, Prakoso I. Hubungan Tingkat Pendidikan, Tingkat Sosial Ekonomi Dan Tingkat Pengetahuan Orangtua Tentang Perawatan Gigi Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Anak Usia Balita Di Desa Mancasan Baki Sukoharjo. KOSALA J Ilmu Kesehat. 2016;4(1):13–24.
Soecipto, A.G. 2018. Kasus persistensi gigi pada anak SD Negeri 3 Sirah Pulau Padang.
Swarjana, K. 2022. Konsep Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Persepsi, Stress, Kecemasan, Nyeri, Dukungan Sosial, Kepatuhan, Motivasi, Kepuasan, Pandemi Covid 19 Dan Akses Layanan Kesehatan (R. Indra (Ed.); 1 Ed.). Andi.
Ulfa h, Rasuna, and Naning Kisworo Utami. 2020. “Hubungan Pengetahuan Dan Perilaku Orangtua Dalam Memelihara Kesehatan Gigi Dengan Karies Gigi Pada Anak Taman Kanak Kanak.” An-Nadaa: Masyarakat 7(2): 146
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
I. ORIGINALITY, AUTHORSHIP, AND COPYRIGHT
The manuscripts submitted for publication must be research works written in English that have not been previously published and  are not being considered for publication elsewhere. All the authors must have agreed to the submission and to the order of their names on the title page. They must also have agreed that the corresponding author may act on their behalf throughout the editorial review and publication process. The corresponding author is responsible for obtaining such agreement.
Requests for changes in authorship (order of listing or addition or deletion of names) after submission should be accompanied by signed statements of agreement from all the parties involved. To maintain and protect the publisher‘s ownership and rights and to protect the original authors from misappropriations of their published work, author(s) are required to sign a Journal Publishing Agreement and send it to the editorial office (jhtm@uui.ac.id).
II. PERMISSION
The author is responsible for acquiring the permission(s) to reproduce any copyrighted figures, tables, data, or text that are being used in the submitted paper. Authors should note that text quotations of more than 250 words from a published or copyrighted work will require grant of permission from the original publisher to reprint. The written permission letter(s) must be submitted together with the manuscript.
III. EDITORIAL REVIEW AND REVISION
All papers will be critically read by at least two anonymous reviewers, selected for their competence in the subject area of the paper. Acceptance of the paper will depend upon its scientific merit and suitability for the journal. A paper may be accepted in its original form or subject to revision.
The reviewers' (and editor's) suggestions will be conveyed to the author, who will then have an opportunity to revise the paper. A manuscript returned to an author for revision can be held for a maximum of eight weeks.
The accepted paper will be edited by native English speakers. The cost of language editing service is currently free.
IV. PROOFS
Galley proofs (PDF format) for an accepted article will be sent by e-mail to the corresponding author for copyediting corrections. The core content of an article cannot be changed at this time. It is the author's responsibility to check the entire manuscript, including tables, figure legends, and cited reference numbers, not just the items queried. The proofs should be corrected and mailed to the editorial office within 48 hours of receipt in order to expedite publication. Only one set of corrections will be accepted. In other words, it is important to ensure that all of your corrections are sent to us in one communication.
V. Â REPRINTS
Five free reprint copies of the published article will be shipped to the corresponding authors in Indonesia only, approximately two weeks after the issue is printed. Authors, including overseas authors, who wish to purchase reprints, are required to complete the Reprint Order Form, which will be sent with the galley proofs to corresponding authors. This form must be returned together with the corrected galley proofs.