HUBUNGAN MENGKONSUMSI MAKANAN MANIS DENGAN KARIES GIGI PADA SISWA SDN 104211 MARINDAL
DOI:
https://doi.org/10.33143/jhtm.v11i2.5296Keywords:
Makanan Manis, Karies Gigi, Siswa Sekolah Dasar, Konsumsi, Kesehatan Gigi.Abstract
Karies Gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling umum dijumpai pada anak-anak usia sekolah dasar. Berdasarkan data awal yang peneliti ambil pada 15 orang siswa kelas 5 SDN 104211 Marindal. Salah satu faktor utama penyebab karies gigi adalah kebiasaan mengkonsumsi makanan manis secara berlebihan tanpa diimbangi dengan kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi makanan manis dengan karies gigi pada siswa SDN 104211 Marindal.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Sampel penelitian ini sebanyak 70 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 yang dipilih secara acak (random sampling). Instrumen yang digunakan meliputi kuisioner konsumsi makanan manis dan pemeriksaan karies gigi menggunakan indeks def-t dan DMF-T. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki kebiasaan mengkonsumsi makanan manis dalam kategori kadang-kadang ( 41,4% ) dan sering (34,3%). Sebagian besar siswa juga mengalami karies dengan tingkat sedang (40%) dan tinggi (28,8%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,003 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi makanan manis dengan karies gigi pada siswa.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa semakin sering siswa mengkonsumsi makanan manis maka semakin tinggi risiko terjadinya karies gigi. Diperlukan peran aktif sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut serta mengurangi konsumsi makanan manis.References
"Hubungan Konsumsi Makanan Kariogenik dan Kebiasaan Menyikat Gigi pada Anak Usia Sekolah di SDN Daya I Makassar."Wal'afiat Hospital Journal, 1(2), 30–37.
"Status Karies Diukur dengan ICDAS II terhadap Kualitas Hidup pada Anak" oleh Ulfah Utami et al., diterbitkan dalam JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy, Volume 5, Nomor 2, Tahun 2024.
(Vol. 110, Issue 9Murray PR, Rosenthal KS, Kobayashi GS, Pfaller MA. Medical Kesehatan Makassar 22.1 (2023): 61-68.
Abubakar, Syamsuddin, dan Ridha Wardana. “Hubungan Mengonsumsi Makanan Kariogenik Terhadap Kejadian Karies Gigi Pada Anak Usia Sekolah Dasar Dengan Resiko Stunting di Sekolah Dasar.” Media Kesehatan Gigi: Politeknik
Agung, I. G. A. A., Wedagama, D. M., Hartini, I. G. A. A., Maaruf, M. T., & Hervina. (2017). Gizi, Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Usia Sekolah. In Journal of Chemical Information and Modeling Microbiology. 4th ed. St. Louis: Mosby; 2002.
Andriani, Andriani, Cut Ratna Keumala, and Sisca Mardelita. "Hubungan Mengkonsumsi Makanan Kariogenik Dengan Status Karies Gigi Pada Siswa SMP Negeri 1 Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar." NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah 17.1 (2024): 33-41.
Diasari, Ade Difa. Hubungan konsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi pada anak sekolah dasar di sd negeri 1 bantarwuni. Diss. Universitas muhammadiyah gombong, 2024.
Eni, Nurhaeni. "Hubungan Mengonsumsi Makanan Manis Terhadap Tingkat Kejadian Karies Pada Anak Usia Sekolah Dasar (Studi Literatur)." Media Kesehatan Gigi: Politeknik Kesehatan Makassar 19.2 (2021).
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surabaya. (2023). "Penyebab Gigi Karies dan Bagaimana Cara Mengatasinya."
Farizah, Listia Nur, IGA Kusuma Astuti, dan Ratih Larasati. "Hubungan Konsumsi Makanan Kariogenik Terhadap Kejadian Karies Gigi Pada Anak Usia Sekolah Dasar." Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi 2.2 (2021): 266-275.
Fejerskov, Ole, Bente Nyvad, and Edwina Kidd, eds. Dental caries: the disease and its clinical management. John Wiley & Sons, 2015.
Fifiana, S. Y., Hidayati, S., & Larasati, R. (2023). "Gambaran Pengetahuan tentang Karies Gigi pada Siswa Sekolah Dasar." Indonesian Journal of Health and Medical, 3(4), 89–101.
Jurnal Kesehatan Gigi - Poltekkes Kemenkes Semarang. (2021). "Proses Terjadinya Karies Gigi."
Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang. (2018). "Faktor Penyebab Terjadinya Karies Gigi pada Siswa Sekolah Dasar."
Marlita, Lora, and Aprilia Suci Cahyani. "Hubungan mengkonsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies pada anak sekolah dasar x pekanbaru." menara medika 7.1 (2024): 134-141.
Melati, Mela Citra, et al. "Kesehatan gigi dan mulut dalam perspektif Islam." ARSA (Actual Research Science Academic) 4.1 (2019): 13-23.
Melinda, Q. E. T., Edi, I. S., & Marjianto, A. (2022). "Hubungan Pengetahuan Makanan Kariogenik dengan Kejadian Karies pada Anak Usia 6-12 Tahun di Manyar Sabrangan Surabaya." Indonesian Journal of Health and Medical, 2(3), 312–319.
Moynihan, P., & Petersen, P.E. (2004). Diet, nutrition and the prevention of dental diseases. Public Health Nutrition, 7(1A), 201–226.
Norfai, Rahman, E. 2017. Hubungan Pengetahuan dan Kebiasaan Menggosok Gigi dengan Kejadian Karies Gigi di SDI Darul Mu’minin Kota Banjarmasin Tahun 2017. Vol 8 No.1. Hal 212-218.
Notoadmodjo, S. ( 2010 ). Metodologi Penelitian Kesehatan. PT. Rineka Cipta.
Notoadmodjo, S. ( 2012 ) Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. PT. Rineka Cipta.
Rahman, E, Ilmi, M.B, Anam, K. 2018. Kebiasaan Mengkonsumsi Jajanan Kariogenik Sebagai Penyebab Karies Gigi pada Anak di Madrasah Diniyah Islamiyah Muhammadiyah Kindaung Banjarmasin. Jurkessia. Vol.IX No.1. Hal.34-37.
Ramadhan, A. G. "Serba Serbi Kesehatan Gigi & Mulut (NP Handayani." (2010).
Rois, faozi. Hubungan Perilaku Mengkonsumsi Makanan Manis Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Anak Usia Sekolah di SD Negeri Harjodowo Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen. Diss. stikes muhammadiyah gombong, 2017.
Ronaldo, Ferry, Henry Wiyono, and Uci Pitria Anggraini. "Hubungan Kebiasaan Konsumsi Makanan Kariogenik dengan Kejadian Karies Gigi pada Anak Sekolah Dasar Kelas V di SDN 1 Bukit Tunggal Palangka Raya." Jurnal Kesehatan Medika Udayana 10.01 (2024): 28-42.
Sheiham, A. (2001). Dietary effects on dental diseases. Public Health Nutrition, 4(2B), 569–591.
Sibarani, M. R. (2014). Karies: Etiologi, Karakteristik Klinis dan Tatalaksana.
Tahulending, Anneke A. "Hubungan pengetahuan tentang makanan kariogenik dengan indeks DMF-T pada siswa kelas VII A SMPN 4 Pineleng Kabupaten Minahasa." hubungan pengetahuan tentang makanan kariogenik dengan indeks dmf-t pada siswa kelas vii a smpn 4 pineleng kabupaten minahasa (2018).
WHO. (2017). Guideline: Sugars Intake for Adults and Children. World Health Organization.
Wowor, V. N. S., Wahyuni, R., & Rokot, G. F. Y. (2023). "Hubungan Konsumsi Makanan Kariogenik dan Kejadian Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah di Desa Wori."e-GiGi, 12(2), 227–232.
Downloads
Published
Issue
Section
License
I. ORIGINALITY, AUTHORSHIP, AND COPYRIGHT
The manuscripts submitted for publication must be research works written in English that have not been previously published and  are not being considered for publication elsewhere. All the authors must have agreed to the submission and to the order of their names on the title page. They must also have agreed that the corresponding author may act on their behalf throughout the editorial review and publication process. The corresponding author is responsible for obtaining such agreement.
Requests for changes in authorship (order of listing or addition or deletion of names) after submission should be accompanied by signed statements of agreement from all the parties involved. To maintain and protect the publisher‘s ownership and rights and to protect the original authors from misappropriations of their published work, author(s) are required to sign a Journal Publishing Agreement and send it to the editorial office (jhtm@uui.ac.id).
II. PERMISSION
The author is responsible for acquiring the permission(s) to reproduce any copyrighted figures, tables, data, or text that are being used in the submitted paper. Authors should note that text quotations of more than 250 words from a published or copyrighted work will require grant of permission from the original publisher to reprint. The written permission letter(s) must be submitted together with the manuscript.
III. EDITORIAL REVIEW AND REVISION
All papers will be critically read by at least two anonymous reviewers, selected for their competence in the subject area of the paper. Acceptance of the paper will depend upon its scientific merit and suitability for the journal. A paper may be accepted in its original form or subject to revision.
The reviewers' (and editor's) suggestions will be conveyed to the author, who will then have an opportunity to revise the paper. A manuscript returned to an author for revision can be held for a maximum of eight weeks.
The accepted paper will be edited by native English speakers. The cost of language editing service is currently free.
IV. PROOFS
Galley proofs (PDF format) for an accepted article will be sent by e-mail to the corresponding author for copyediting corrections. The core content of an article cannot be changed at this time. It is the author's responsibility to check the entire manuscript, including tables, figure legends, and cited reference numbers, not just the items queried. The proofs should be corrected and mailed to the editorial office within 48 hours of receipt in order to expedite publication. Only one set of corrections will be accepted. In other words, it is important to ensure that all of your corrections are sent to us in one communication.
V. Â REPRINTS
Five free reprint copies of the published article will be shipped to the corresponding authors in Indonesia only, approximately two weeks after the issue is printed. Authors, including overseas authors, who wish to purchase reprints, are required to complete the Reprint Order Form, which will be sent with the galley proofs to corresponding authors. This form must be returned together with the corrected galley proofs.