EVALUASI AKTIVITAS PENYEMBUHAN LUKA BAKAR SALEP POLIHERBAL BERBASIS EKSTRAK ETANOL DAUN MANGGA DAN DAUN JATI PADA MENCIT
DOI:
https://doi.org/10.33143/jhtm.v12i1.5952Abstract
Luka bakar merupakan salah satu bentuk kerusakan jaringan kulit yang disebabkan oleh paparan panas, bahan kimia, maupun radiasi. Penanganan luka bakar memerlukan sediaan topikal yang efektif dalam mempercepat regenerasi jaringan serta mencegah terjadinya infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas penyembuhan luka bakar dari salep poliherbal yang mengandung kombinasi ekstrak etanol daun mangga (Mangifera indica L.) dan daun jati (Tectona grandis L.f.) pada mencit putih (Mus musculus L.). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan melibatkan 25 ekor mencit putih jantan yang dibagi ke dalam lima kelompok perlakuan. Masing-masing kelompok diberikan sediaan salep dengan variasi konsentrasi ekstrak, yaitu 15%:15%, 30%:15%, dan 45%:20%. Salep gentamisin digunakan sebagai kontrol positif, sedangkan basis salep tanpa ekstrak digunakan sebagai kontrol negatif. Proses penyembuhan luka bakar diamati selama 14 hari. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salep kombinasi ekstrak etanol daun mangga dan daun jati memiliki aktivitas yang signifikan dalam mempercepat penyembuhan luka bakar, yang ditandai dengan penurunan luas luka serta percepatan fase regenerasi jaringan kulit. Formula dengan konsentrasi 45% ekstrak daun mangga dan 20% ekstrak daun jati (F3) menunjukkan efektivitas terbaik dibandingkan dengan formula lainnya maupun kontrol positif.References
Abdulkadir, W. S., Djuwarno, E. N., Papeo, D. R., & Marhaba, Z. (2023). Potensi ekstrak biji pala (Myristica fragrans L.) terhadap penyembuhan luka bakar pada mencit (Mus musculus). Journal Syifa Sciences and Clinical Research, 5(1), 123–131.
Ananta, G. A. P. Y. V. (2020). Potensi batang pisang (Musa paradisiaca L.) dalam penyembuhan luka bakar. Jurnal Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 334–340.
Andika, F., & Safitri, F. (2023). Metodologi penelitian kesehatan. Universitas Ubudiyah Indonesia.
Anggraini, R., & Khabibi, J. (2022). Karakteristik ekstrak serbuk gergajian kayu tembesu (Fagraea fragrans), rengas (Gluta renghas), dan medang (Litsea sp.) sebagai larvasida lalat rumah (Musca domestica). Jurnal Tengkawang, 12(2), 86–93.
Anisa, N., Amaliah, N. A., Al Haq, P. M., & Arifin, A. N. (2019). Efektivitas antiinflamasi daun mangga (Mangifera indica) terhadap luka bakar derajat dua. Jurnal Sainsmat, 8(1), 1–7.
Avianton, T. P., Alamsjah, M. A., & Lamid, M. (2023). Pemanfaatan software Imitomeasure untuk pengukuran luas dan keliling permukaan luka akut stadium II pada hewan uji mencit (Mus musculus). Melek IT: Information Technology Journal, 9(2), 99–112.
Badruttamam, M. I. (2022). Pemanfaatan kandungan senyawa alami pada daun jati (Tectona grandis) sebagai antibakteri dan antioksidan. Jurnal Ilmiah Fitomedika Indonesia, 1(1), 8–18.
Bajo, Y. (2020). Efektivitas konsentrasi ekstrak daun kirinyuh (Chromolaena odorata) untuk penyembuhan luka insisi pada tikus putih [Skripsi, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya].
Chayani, A. D. (2020). Uji aktivitas salep fraksi etil asetat ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera Lam.) untuk pengobatan luka bakar pada tikus galur Wistar [Skripsi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional].
Fitriani, D., & Lestari, D. (2022). Uji karakteristik dan skrining fitokimia pada fraksi etil asetat daun mangga kasturi (Mangifera casturi Kosterm.). Borneo Student Research, 3(2), 2200–2207.
Frastika, D., Pitopang, R., & Suwastika, I. N. (2017). Uji efektivitas ekstrak daun kirinyuh (Chromolaena odorata (L.) R.M. King & H. Rob.) sebagai herbisida alami terhadap perkecambahan biji kacang hijau (Vigna radiata (L.) R. Wilczek) dan biji karuilei (Mimosa invisa Mart. ex Colla). Natural Science: Journal of Science and Technology, 6(3), 225–238.
Hendy, H., & Lister, I. N. E. (2019). Tingkat efektivitas penyembuhan luka bakar derajat IIA dengan pemberian madu dan salep Nebacetin pada tikus putih (Rattus norvegicus). Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 15(2), 130–134.
Hidayat, D. (2022). Klasifikasi jenis mangga berdasarkan bentuk dan tekstur daun menggunakan metode convolutional neural network (CNN). Journal of Information Technology and Computer Science (INTECOMS), 5(1), 98–103.
Indarala, R. N., Ulfa, A. M., & Angin, M. P. (2023). Formulasi dan efektivitas salep ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih (Rattus norvegicus). Jurnal Farmasi Malahayati, 5(2), 176–187.
Marpaung, M. P., & Septiyani, A. (2020). Penetapan parameter spesifik dan nonspesifik ekstrak kental etanol batang akar kuning (Fibraurea chloroleuca Miers). Journal of Pharmacopolium, 3(2), 58–67.
Meilina, R., Fhonna, P., Kulla, P. D. K., & Rezeki, S. (2024). Formulasi sediaan krim pelembab ekstrak buah pepaya (Carica papaya L.) dan uji efektivitas terhadap xerosis pada kaki. 10(2), 160–175.
Nadia, P. (2023). Uji aktivitas salep ekstrak etanol daun balakacida (Chromolaena odorata) terhadap penyembuhan luka bakar pada mencit putih (Mus musculus) [Skripsi, Universitas Ubudiyah Indonesia].
Oktavia, F. D., & Sutoyo, S. (2021). Skrining fitokimia, kandungan flavonoid total, dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol tumbuhan Selaginella doederleinii. Jurnal Kimia Riset, 6(2), 141–153.
Primadina, N., Basori, A., & Perdanakusuma, D. S. (2019). Proses penyembuhan luka ditinjau dari aspek mekanisme seluler dan molekuler. Qanun Medika, 3(1), 31–43.
Rochmanila, I. S., & Ermawati, N. (2024). Formulasi dan uji fisikokimia salep kombinasi ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dan ekstrak daun mangga (Mangifera indica L.) dengan variasi basis hidrokarbon. Forte Journal, 4(1), 239–245.
Salsabila, A. F., & Izzaty, Y. N. (2021). Potensi daun jati dan daun kemangi sebagai bahan aktif antiseptik pada hand sanitizer. Gema Kesehatan, 13(2), 103–111.
Samudra, A. G., Ramadhani, N., Fitriani, D., & Putri, D. (2022). Perbandingan metode ekstraksi maserasi dan sokletasi terhadap kadar fenolik total ekstrak etanol Sargassum sp. Jurnal Ilmiah Cendekia Eksakta, 1(1), 500–511.
Saputri, M., Febriani, Y., & Putri, O. (2023). Formulasi dan uji efektivitas sediaan salep ekstrak etanol daun sintrong (Crassocephalum crepidioides (Benth.) S. Moore) terhadap penyembuhan luka bakar pada marmut jantan (Cavia porcellus). Journal of Pharmaceutical and Sciences, 6(2), 598–606.
Sriwijayanti, Apriningtias, Situmeang, B., Yulianti, N., Susvira, D., & Widianto, H. (2024). Skrining fitokimia dan aktivitas antioksidan ekstrak metanol biji buah pare (Momordica charantia L.). Jurnal Beta Kimia, 4(1).
Sukmawati, E., & Mare, A. C. B. (2023). Suhu dan lama penyembuhan luka di Rumah Luka Surabaya. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 3(9), 2768–2773.
Waladani, B., Suwarto, P. A. W., & Ernawati. (2021). Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan masyarakat dalam pertolongan pertama kasus luka bakar. Jurnal Peduli Masyarakat, 3(2), 185–192.
Warnis, M., Rulianti, M. R., & Salsabila, J. (2021). Pemeriksaan rendemen, kadar sari larut air, dan kadar sari larut etanol dari ekstrak batang brotowali. Jurnal Kesehatan Farmasi, 2(3), 118–123.
Widiastuti, T. C., Fitriati, L., Rahmawati, N., Kumalasari, S., & Putri, F. A. (2023). Uji aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol daun jambu biji dan daun mangga arumanis terhadap Staphylococcus aureus. Medical Sains: Jurnal Ilmiah Kefarmasian, 8(3), 911–924.
Yulia, & Riza. (2023). Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun mangga (Mangifera indica L.) terhadap Escherichia coli. Jurnal Farmasi Abdurahman, 1(1), 11–15.
Downloads
Published
Issue
Section
License
I. ORIGINALITY, AUTHORSHIP, AND COPYRIGHT
The manuscripts submitted for publication must be research works written in English that have not been previously published and  are not being considered for publication elsewhere. All the authors must have agreed to the submission and to the order of their names on the title page. They must also have agreed that the corresponding author may act on their behalf throughout the editorial review and publication process. The corresponding author is responsible for obtaining such agreement.
Requests for changes in authorship (order of listing or addition or deletion of names) after submission should be accompanied by signed statements of agreement from all the parties involved. To maintain and protect the publisher‘s ownership and rights and to protect the original authors from misappropriations of their published work, author(s) are required to sign a Journal Publishing Agreement and send it to the editorial office (jhtm@uui.ac.id).
II. PERMISSION
The author is responsible for acquiring the permission(s) to reproduce any copyrighted figures, tables, data, or text that are being used in the submitted paper. Authors should note that text quotations of more than 250 words from a published or copyrighted work will require grant of permission from the original publisher to reprint. The written permission letter(s) must be submitted together with the manuscript.
III. EDITORIAL REVIEW AND REVISION
All papers will be critically read by at least two anonymous reviewers, selected for their competence in the subject area of the paper. Acceptance of the paper will depend upon its scientific merit and suitability for the journal. A paper may be accepted in its original form or subject to revision.
The reviewers' (and editor's) suggestions will be conveyed to the author, who will then have an opportunity to revise the paper. A manuscript returned to an author for revision can be held for a maximum of eight weeks.
The accepted paper will be edited by native English speakers. The cost of language editing service is currently free.
IV. PROOFS
Galley proofs (PDF format) for an accepted article will be sent by e-mail to the corresponding author for copyediting corrections. The core content of an article cannot be changed at this time. It is the author's responsibility to check the entire manuscript, including tables, figure legends, and cited reference numbers, not just the items queried. The proofs should be corrected and mailed to the editorial office within 48 hours of receipt in order to expedite publication. Only one set of corrections will be accepted. In other words, it is important to ensure that all of your corrections are sent to us in one communication.
V. Â REPRINTS
Five free reprint copies of the published article will be shipped to the corresponding authors in Indonesia only, approximately two weeks after the issue is printed. Authors, including overseas authors, who wish to purchase reprints, are required to complete the Reprint Order Form, which will be sent with the galley proofs to corresponding authors. This form must be returned together with the corrected galley proofs.