PERKEMBANGAN JIWA AGAMA PADA MASA ANAK-ANAK
DOI:
https://doi.org/10.33143/jes.v7i1.1673Abstract
Abstrak
Â
Setiap manusia dilahirkan sepaket dengan fitrahnya (QS. Ar-Ruum: 30) yang salah satunya dapat dimaknai dengan dien hanif (agama Islam), tauhidullah dengan menghambakan diri dan taat kepada Allah swt (QS. Adz-Dzariyat: 56). Tumbuh kembang fitrah tersebut secara sempurna sangat ditentukan oleh latihan dan pengalaman yang diberikan kepadanya sejak masa kanak-kanak. Namun kenyataannya, perkembangan dan pengalaman beragama pada masa anak-anak kerap terabaikan, bahkan dikesampingkan tanpa bimbingan maupun arahan yang intens dan berkesinambungan. Hal ini disamping sebagai dampak dari kesibukan dan atau kurangnya pengalaman/pemahaman beragama orangtua, juga dikarenakan masih adanya orangtua, keluarga ataupun pendidik yang berpandangan bahwa masa kanak-kanak merupakan masa kebebasan anak untuk bermain dan berbuat semaunya ibarat sang raja, sehingga pembiasaan melatih anak untuk melakukan aktivitas-aktivitas agama dan menanamkan pemahaman agama dianggap perilaku yang tidak tepat dan keliru atau bahkan dianggap memenjarakan hak-hak anak. Kekeliruan pandangan ini pada akhirnya kerap berdampak pada kurangnya kesadaran dan munculnya ketimpangan-ketimpangan beragama pada diri seseorang di masa-masa berikutnya. Oleh karena itu, fokus masalah kajian ini tertuju pada bagaimana fitrah beragama anak, peran orangtua dalam perkembangan jiwa agama anak, materi serta metode pendidikan agama yang tepat bagi anak. Untuk itu setiap uraian dan paparan kajian ini dianalisis secara kualitatif melalui hasil studi kepustakaan (library research). Dimana hasil kajian menunjukkan bahwa: kesadaran beragama seseorang sangat bergantung pada kekuatan pembekalan perkembangan agamanya di masa kecil. Hal ini dikarenakan kekuatan agama pada masa kecil adalah pondasi dasar beragama yang sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: (1) kepribadian/karakter orangtua dalam mendidik perkembangan jiwa agama anak, (2) keterpenuhan fase-fase tingkatan perkembangan jiwa agama yang diimplementasikan orangtua/pendidikan, (3) keteladanan orangtua/pendidik sebagai metode utama pengembangan jiwa agama anak yang bersifat authority dan imitatif, dan (4) proses pembinaan jiwa agama anak yang komprehensif antara ranah psikomotorik keagamaan dan dimensi bathinnya, baik dalam penanaman konsep iman, akhlak, ibadah, muamalah dan lainnya.
Â
Kata Kunci: Perkembangan Jiwa, Agama, Masa Anak-anak
Downloads
Issue
Section
License
Publication Ethics and Publication Malpractice Statement
This statement clarifies ethical behaviour of all parties involved in the act of publishing an article in our journals, including the authors, the editors, the peer-reviewers and the publisher (Directorate Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia).
Ethical Guideline for Journal Publication
The publication of an article in a peer-reviewed JES is an essential building block in the development of a coherent and respected network of knowledge. It is a direct reflection of the quality of the work of the authors and the institutions that support them. Peer-reviewed articles support and embody the scientific method. It is therefore important to agree upon standards of expected ethical behavior for all parties involved in the act of publishing: the authors, the journal editors, the peer reviewers, the publisher and the society.
Directorate Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) as publisher of this Journal takes its duties of guardianship over all stages of publishing extremely seriously and we recognize our ethical and other responsibilities. We are committed to ensuring that advertising, reprint or other commercial revenue has no impact or influence on editorial decisions.
Publication decisions
The editors of the journals are responsible for deciding which of the articles submitted to the journal should be published. The validation of the work in question and its importance to researchers and readers must always drive such decisions. The editors may be guided by the policies of the journal's editorial board and constrained by such legal requirements as shall then be in force regarding libel, copyright infringement and plagiarism. The editors may confer with other editors or reviewers in making this decision.
Fair play
An editor at any time evaluate manuscripts for their intellectual content without regard to race, gender, sexual orientation, religious belief, ethnic origin, citizenship, or political philosophy of the authors.
Confidentiality
The editor and any editorial staff must not disclose any information about a submitted manuscript to anyone other than the corresponding author, reviewers, potential reviewers, other editorial advisers, and the publisher, as appropriate.
Disclosure and conflicts of interest
Unpublished materials disclosed in a submitted manuscript must not be used in an editor's own research without the express written consent of the author.