PEMBELAJARAN IPA BERBASIS AL-QURAN DENGAN PENDEKATAN ACTIVE LEARNING
DOI:
https://doi.org/10.33143/jes.v4i2.286Abstract
Al-Qur’an merupakan pedoman bagi umat manusia dalam setiap aspek kehidupannya, termasuk pendidikan.Implementasi pendidikan Islam di sekolah disampaikan melalui sejumlah mata pelajaran yang seharusnya pula menanamkan konsep-konsep pembelajaran dengan rujukan utamanya adalah al-Qur’an.Banyak ayat al-Qur’an yang mengisyaratkan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi di alam terutama IPA. Masalahnya paradigma umum yang berkembang sampai saat ini adalah “IPA merupakan ilmu pengetahuan produk bangsa Barat non-muslimâ€, sehingga semakin memperluas praktik dikotomi pendidikan yang mulai terindikasi sejak pertengahan abad ke-13 M. Dalam kasus ini, pembelajaran berbasis al-Qur’an dijadikan sebagai salah satu upaya reformasi pendidikan Islam yang hendaknya dapat diterapkan oleh setiap guru bidang studi dalam setiap KBM, demikian pula IPA. Agar aplikasi pembelajaran berbasis al-Qur’an menjadi lebih menarik dan bermakna secara permanen, maka setiap proses pembelajaran sepatutnya disajikan dengan pendekatan active learning. Teknis penerapan pembelajaran IPA berbasis al-Qur’an dengan pendekatan active learning yang efektif, meliputi: tahap perencanaan/persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut terkait Pembelajaran IPA Berbasis Al-Qur’an dengan Pendekatan Active Learning ini guna memperoleh beberapa tujuan, yaitu: untuk mengetahui: (1) teknis persiapan/perencanaan pembelajaran, (2) teknis pelaksanaan, (3) dan teknis evaluasi pembelajaran IPA berbasis al-Qur’an dengan pendekatan active learning. Metode penelitian bersifat kualitatif, yaitu dengan mendeskripsikan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan penyebaran angket di lapangan.Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa, dalam tahap perencanaan dilakukan beberapa bentuk persiapan, di antaranya; (1) pelatihan kurikulum pembelajaran berbasis al-Qur’an (Fahmul Qur’an), (2) perancangan perangkat pembelajaran, dan (3) validasi perangkat. Untuk tahap pelaksanaan pembelajaran dilakukan 5 fase, yaitu: fase 1; menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, fase 2; menyajikan informasi dan menjelaskan ayat-ayat penunjang materi, fase 3; mengorganisasi siswa dalam kelompok belajar, fase 4; membimbing kelompok belajar siswa, dan fase 5; evaluasi dan memberikan penghargaan. Sedangkan teknis evaluasi pembelajaran mengacu pada konsep penilaian autentik.
Kata Kunci: Pembelajaran IPA, Berbasis Al-Quran, Pendekatan Active LearningReferences
Purwanto, Agus. Ayat-ayat Semesta; Sisi Al-Quran yang Terlupakan, Bandung: Mizan Pustaka, 2008.
Nasution, Harun. Pembaharuan dalam Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1975.
Jumsai. W. Creswell, dan Clark, V. L. P,Designing and Conducting Mixed Method Research, London: Sage Publ, 2007.
Abdussalam, Suroso.Arah & Asas Pendidikan Islam, Bekasi: Sukses Publishing, 2011.
Dwikomentari, D. SoSQ (Solution Spiritual Quotient), Jakarta: Pustaka Zahra, 2005.
Fajar Hidayah & PTC Learning School Indonesia, Materi Pelatihan Fahmul Qur’an Tenaga Pendidik Provinsi Aceh, Jakarta: Fajar Hidayah, 2008.
PTC Learning School, Suplemen Modul Pendekatan Active Learning Pelatihan Fahmul Quran, Jakarta: PTC Learning School Indonesia, 2010.
Profil Sekolah Islam Terpadu Fajar Hidayah, 2006.
Silabus Integrasi, Kelas 1 - 6 Semester 2 SD FHIBS Tahun Pelajaran 2015/2016.
Yayasan Fajar Hidayah, Dokumentasi Fajar Hidayah Integrated Boarding School Aceh, FHIBS Aceh, 2007.
Munif Chatib, Gurunya Manusia Menjadikan Semua Anak Istimewa dan Semua Anak Juara, Bandung: Kaifa Learning, 2011.
-------, Sekolahnya Manusia, Bandung: Kaifa, 2011.
Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta: Rineka Cipta, 1995.
Zainal Abidin Bagir et al, Integrasi Ilmu dan Agama; Interpretasi dan Aksi, Bandung; Mizan Pustaka, 2005.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D, Bandung: Alfabeta, 2008.
Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Konsep, Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Jakarta: Kencana, 2011
Downloads
Published
Issue
Section
License
Publication Ethics and Publication Malpractice Statement
This statement clarifies ethical behaviour of all parties involved in the act of publishing an article in our journals, including the authors, the editors, the peer-reviewers and the publisher (Directorate Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia).
Ethical Guideline for Journal Publication
The publication of an article in a peer-reviewed JES is an essential building block in the development of a coherent and respected network of knowledge. It is a direct reflection of the quality of the work of the authors and the institutions that support them. Peer-reviewed articles support and embody the scientific method. It is therefore important to agree upon standards of expected ethical behavior for all parties involved in the act of publishing: the authors, the journal editors, the peer reviewers, the publisher and the society.
Directorate Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) as publisher of this Journal takes its duties of guardianship over all stages of publishing extremely seriously and we recognize our ethical and other responsibilities. We are committed to ensuring that advertising, reprint or other commercial revenue has no impact or influence on editorial decisions.
Publication decisions
The editors of the journals are responsible for deciding which of the articles submitted to the journal should be published. The validation of the work in question and its importance to researchers and readers must always drive such decisions. The editors may be guided by the policies of the journal's editorial board and constrained by such legal requirements as shall then be in force regarding libel, copyright infringement and plagiarism. The editors may confer with other editors or reviewers in making this decision.
Fair play
An editor at any time evaluate manuscripts for their intellectual content without regard to race, gender, sexual orientation, religious belief, ethnic origin, citizenship, or political philosophy of the authors.
Confidentiality
The editor and any editorial staff must not disclose any information about a submitted manuscript to anyone other than the corresponding author, reviewers, potential reviewers, other editorial advisers, and the publisher, as appropriate.
Disclosure and conflicts of interest
Unpublished materials disclosed in a submitted manuscript must not be used in an editor's own research without the express written consent of the author.