Metode Historical Taxonomy (HT) dalam Pembelajaran PAI di SMA
DOI:
https://doi.org/10.33143/jes.v5i1.355Abstrak
Urgensi metode dalam suatu proses pembelajaran menjadi demikian penting dalam upaya pencapaian tujuan-tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, tidak terkecuali dalam proses pembelajaran PAI. Salah satu metode yang dapat ditawarkan adalah metode Historical Taxonomy (HT) guna memenuhi kekosongan lahirnya metode-metode pembelajaran PAI yang inovatif dan variatif, serta sebagai alternatif metode pembelajaran PAI yang menarik khususnya untuk materi sejarah dan kebudayaan (tarikh). Penerapan metode HTmelibatkan lima komponen utama pembelajaran efektif, sehingga dengannya mampu meningkatkan kebermaknaan dalam proses pembelajaran.Ciri khas metode HT ditandai oleh lima komponen utama, meliputi: Category, Period, Points, Sub Point, dan Wisdom. Untuk mengetahui efektivitas penerapan metode HTdalam pembelajaran PAI, khususnya pada Materi Tarikh/Sejarah Kebudayaan Islam (SKI);peneliti memilih SMA Negeri Modal Bangsa Provinsi Aceh sebagai pilot projek melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK), observasi, penyebaran angket dan telaah dokumentasi. Hasil penelitian membuktikan bahwa metode HTdapat: (1) meningkatkan hasil belajar, inat, motivasi, kualitas dan keterampilan belajarnya peserta didik; (2) membantu guru dalam menyajikan materi yang menarik, sistematis, kreatif, interaktif dan menyenangkan; dan (3) melatih daya pikir dan kreatifitas peserta didik dalam menelaah materi sejarah yang demikian luas, sehingga menarik untuk dipelajari dan memberi hikmah manfaat dalam meningkatkan keimanan, kepribadian, kecakapan hidup dalam kehidupan sehari-hari. Namun demikian ditemukan sejumlah keterbatasan dalam penerapan metode ini, antara lain: (1) hanya dapat dilatihkan pada peserta didik tingkat SMA ke atas;(2) membutuhkan perencanaan yang matang, keterampilan dan kreatifitas guru yang mumpuni; (3) membutuhkan waktu belajar yang lama; dll.
Kata Kunci: Historical Taxonomy (HT),Pembelajaran PAI
Referensi
Assegaf, Abd. Rachman. (2011).Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Majid, Abdul. (2005). Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Tafsir, Ahmad. (2008).Metodologi Pengajaran Agama Islam, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Rachmasari, Ameillia Nur.PenerapanPembelajaran CTL dalam Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Pendidikan dan Kewarganegaraan di MAN Keboan, diakses pada tanggal 17 Desember 2013 di ejurnal.stkipjb.ac.id/index.php/AS/article/viewFile/172/108.
Departemen Agama. (2003).Kurikulum Berbasis Kompetensi Mata Pelajaran Fiqih, Jakarta: Departemen Agama RI.
Mulyasa, E. (2003).Kurikulum Berbasis Kompetensi, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Enoh. (2004). Jurnal Pendidikan, Surabaya: Universitas Negeri Surabaya, 2004.
Fakultas Tarbiyah IAIN Wali Songo,. (2004).Metodologi Pengajaran Agama, Semarang: Pustaka Pelajar.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online,diakses pada tanggal 24 Maret 2017.dihttp://kbbi.co.id/arti-kata/metode.
Santrock,John W. (2007).Psikologi Pendidikan, Terj. Tri Wibowo, Jakarta: Kencana.
Arifin, M. (1994).Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara.
Usman,M. Basyiruddin (2005).Metodologi Pembelajaran Agama Islam, Jakarta: Ciputat Press.
Muhaimin. (2002)Paradigma Pendidikan Islam; Upaya Mengefektifkan PAI di Sekolah, Bandung: Remaja Rosdakarya.
________. (1996).Strategi Belajar Mengajar, Surabaya: Citra Media.
Rifai, Muhammad. (2011).Politik Pendidikan Nasional, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Yaumi, Muhammad. (2013).Prisip-Prinsip Desain Pembelajaran, Jakarta: Kencana.
Chatib, Munif. (2011).Gurunya Manusia, Bandung: Kaifa.
Nurachman.Mengajar Sejarah dari Boring Menjadi Inspiring,diakses pada tanggal 24 Maret 2018, di http://m.republika.co.id/berita/jurnalismewarga/wacana/13/03/16/mjqe9u-mengajar-sejarah-dari-boring-menjadi-inspiring
Hamalik,Oemar. (1995).Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta: Bumi Aksara
Ramayulis. (2010).Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Kalam Mulia.
_________. (2010).Metodologi Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Kalam Mulia.
Rusman. (2011).Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru, Jakarta: Rajawali Pers.
Silabus Pembelajaran PAI Kelas XI Semester II SMAN Modal Bangsa Banda Aceh Tahun Pelajaran 2017/2018.
Arikunto,Suharsimi.(2011).Penelitian TindakanKelas, Jakarta: Bumi Aksara.
Yusuf, Tayar dan Syaiful Anwar. (1995).Metodologi Pengajaran Agama dan Bahasa Arab, Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Armstrong, Thomas. (2011).The Best Schools; Mendidik Siswa Menjadi Insan Cendekia Seutuhnya, Bandung: Kaifa.
Tim Penulis Depdiknas. (2003).Pendekatan Contextual Teaching and Learning, Jakarta: Depdiknas.
Wahyuddin dkk (2009).Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi, Jakarta: Grasindo.
Daradjat, Zakiah (2002).Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Publication Ethics and Publication Malpractice Statement
This statement clarifies ethical behaviour of all parties involved in the act of publishing an article in our journals, including the authors, the editors, the peer-reviewers and the publisher (Directorate Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia).
Ethical Guideline for Journal Publication
The publication of an article in a peer-reviewed JES is an essential building block in the development of a coherent and respected network of knowledge. It is a direct reflection of the quality of the work of the authors and the institutions that support them. Peer-reviewed articles support and embody the scientific method. It is therefore important to agree upon standards of expected ethical behavior for all parties involved in the act of publishing: the authors, the journal editors, the peer reviewers, the publisher and the society.
Directorate Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) as publisher of this Journal takes its duties of guardianship over all stages of publishing extremely seriously and we recognize our ethical and other responsibilities. We are committed to ensuring that advertising, reprint or other commercial revenue has no impact or influence on editorial decisions.
Publication decisions
The editors of the journals are responsible for deciding which of the articles submitted to the journal should be published. The validation of the work in question and its importance to researchers and readers must always drive such decisions. The editors may be guided by the policies of the journal's editorial board and constrained by such legal requirements as shall then be in force regarding libel, copyright infringement and plagiarism. The editors may confer with other editors or reviewers in making this decision.
Fair play
An editor at any time evaluate manuscripts for their intellectual content without regard to race, gender, sexual orientation, religious belief, ethnic origin, citizenship, or political philosophy of the authors.
Confidentiality
The editor and any editorial staff must not disclose any information about a submitted manuscript to anyone other than the corresponding author, reviewers, potential reviewers, other editorial advisers, and the publisher, as appropriate.
Disclosure and conflicts of interest
Unpublished materials disclosed in a submitted manuscript must not be used in an editor's own research without the express written consent of the author.