AGAMA DAN POLITIK (KAJIAN PEMIKIRAN PENDIDIKAN PROF. DR. FARID WAJDI, MA)
DOI:
https://doi.org/10.33143/jes.v8i2.2414Abstract
Penelitian ini membuktikan bahwa paham banyak ideologi memperkuat toleransi. Penelitian ini senada dengan penelitian Umi Sumbulah (Agama, Negara Pancasila, 2014), Musykuri Abdillah (Hubungan Agama dan Negara dalam Konteks Modernisasi Politis di Era Globalisasi 2013), Ryandi (Antara Pluralisme Liberal dan Toleransi Islam, 2013), dan Mohammad Suhaidi (Harmoni Antar Paham Keagamaan, 2014); yang mengemukakan bahwa ideologi memberi nilai keragaman secara terbuka, saling toleransi dan menjaga kerukunan berbangsa dan bernegara. Namun penelitian ini kontradiktif dengan hasil penelitian: Febri Hijrah Mukhlis (Teologi Pancasila, 2016), Budiyono (Hubungan Negara dan Agama dalam Kekerasan dan Perlawanan Ideologis, 2006), Casram (Membangun Sikap Toleransi Beragama dalam Masyarakat Plural, 2016), dan Izzuddin Saifullah (Sikap Toleransi dalam Menghadapi Perbedaan Ideologi Keagamaan pada Aktivis IMM di Kota Yogyakarta, 2016); yang memandang ideologi sebagai alat perlawanan bagi sebuah tatanan kehidupan yang mapan atau perbedaan ideologi menyebabkan kegoyahan dalam organisasi maupun negara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data primer penelitian ini diperoleh dari tiga buku karya Farid Wajdi Ibrahim, Guru Besar Pemikiran Islam, yang berjudul: Khilafah Sorotan dan Dukungan; Kajian & Pandangan Ali Abdul Raziq (2014), Dinamika Pendidikan Aceh (2013), dan Orientalisme dan Sikap Umat Islam (2006). Analisis yang digunakan untuk membaca keempat karya Farid Wajdi Ibrahim menggunakan metode Hermeneutik.
Kata Kunci: Pembaharuan, Ideologi, Strategi, PendidikanÂ
This research proves that many ideologies reinforce tolerance. This research is in line with the research of Umi Sumbulah (Religion, Pancasila State, 2014), Musykuri Abdillah (Religion and State Relations in the Context of Political Modernization in the 2013 Globalization Era), Ryandi (Between Liberal Pluralism and Islamic Tolerance, 2013), and Mohammad Suhaidi (Harmony Between Religious Understanding, 2014); who argued that ideology provides an open value of diversity, mutual tolerance and maintaining harmony in the nation and state. However, this study contradicts the results of the study: Febri Hijrah Mukhlis (Pancasila Theology, 2016), Budiyono (State and Religious Relations in Ideological Violence and Resistance, 2006), Casram (Building the Attitude of Religious Tolerance in the Plural Society, 2016), and Izzuddin Saifullah (Tolerance in Facing Differences in Religious Ideology in IMM Activists in Yogyakarta City, 2016); who see ideology as a means of resistance to an established life order or ideological differences cause unrest in organizations and countries. This type of research is qualitative research. The primary data source of this study was obtained from three books by Farid Wajdi Ibrahim, Professor of Islamic Thought, entitled: Khilafah Spotlight and Support; Study & Views of Ali Abdul Raziq (2014), Dynamics of Aceh Education (2013), and Orientalism and Attitudes of Muslims (2006). The analysis used to read the four works of Farid Wajdi Ibrahim uses the Hermeneutic method.
Keywords: Renewal, Ideology, Strategy, EducationReferences
Abdillah, Masykuri, (2013). Hubungan Agama dan Negara dalam Konteks Modernisasi Politik di Era Reformasi. Jurnal Ahkam, Vol. XIII, No. 2.
Abdullah, Abdurrahman Saleh. (2005). Teori-teori Pendidikan Berdasarkan Al-Quran. Jakarta: Rineka Cipta.
Aida, Ridha. (2015). Liberalisme dan Komunitarianisme: Konsep tentang Individu dan Komunitas. Jurnal Demokrasi, Vol. IV, No. 2.
Anwar, Chaerul. (2009). Strategi Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.
Assegaf, Abd. Rachman. (2011). Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Bakar, M. Yunus Abu. (2012). Pengaruh Paham Liberalisme dan Neoliberalisme Terhadap Pendidikan Islam di Indonesia. Jurnal: Tsaqafah, Vol. 8, No. 1.
Casram. (2016). Membangun Sikap Toleransi Beragama dalam Masyarakat Plural. Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya, Vol. 1, No. 2.
Dahlan, Moh. (2014). Hubungan Agama dan Negara Indonesia. Jurnal Studi Keislaman, Vol. 14, No. 1.
Departemen Agama RI. (2005). Meretas Wawasan dan Praksis Kerukunan Umat Beragama di Indonesia. Jakarta: Puslitbang Kehidupan Beragama,.
Dery Jamaluddin, (2016). Ideologi-ideologi Pendidikan, http://deryjamaluddin.page.t1/PAI-di-sekolah.htm.
Hornby, As. (1987). Oxford Advanced Leaner’s Dictionary of Current English. New York: Oxford University.
Ibrahim, Farid Wajdi. (2013) Dinamika Pendidikan Aceh. Banda Aceh: Ar-Raniry Press, .
--------------------------. (2014). Khilafah: Sorotan dan Dukungan. Banda Aceh: Ar-Raniry Press.
---------------------------. (2009). Negara-negara Syi’ah dalam Lintasan Sejarah. Banda Aceh: Yayasan Pena.
--------------------------. (2006). Orientalisme dan Sikap Umat Islam. Yogyakarta: Lanarka Publisher.
Ismail, Said. (2010). Pelopor Pendidikan Islam Paling Berpengaruh, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.
Junaidah. (2015). Strategi Pembelajaran dalam Perspektif Islam. Jurnal Pendidikan Islam: Al-Tadzkiyyah, Vol. 6.
Ma`luf, Lewis. (t.t). Al-Munjid fi al-Lughah wa al-A’lam, Beirut: Dar al-Masyriq.
Madya, Suwarsih. (t.t). Pembaharuan Pendidikan untuk Membentuk Manusia Indonesia Baru. Jurnal: Majalah Ilmiah Kependidikan, Edisi Khusus Dies, No.2.
Maidar. (2015). Pembaharuan Pendidikan Islam: Telaah Retrospektif dan Prospektif, Jurnal Ilmiah: Islam Futura, Vol. 15, No. 1, Agustus 2015.
Milfayetty, Sri. (2017). Ideologi Pendidikan. Jurnal Tabularasa, Vol. 4, No. 1.
Mukhlis, Febri Hijroh. (2016). Teologi Pancasila, Teologi Kerukunan Umat Beragama. (Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan), Vol. 4, No. 2.
Mulia, Muji. (2011). Sejarah Sosial dan Pemikiran Politik Ali bin Abdul Raziq. Jurnal Ilmiah: Islam Futura, Volume X, No. 2.
Muqoyyidin, Andik Wahyun. (2013). Pembaharuan Pendidikan Islam Menurut Muhammad Abduh, (Jurnal Ilmiah), Vol. XXVIII, No. 2.
Musyaddad, Kholid. (2013). Problematika Pendidikan di Indonesia, Jurnal: Edu-Bio, Vol. 4.
Rijal, Samsul. (2017). Manusia Modern Butuh Tasawuf dan Transformatif. Republika.
Rohman, Miftaku. (2013). Konsep Pendidikan Islam Menurut Ibn Sina dan Relevansinya dengan Pendidikan Modern, Jurnal Episteme, Vol. 8, No. 2.
Ryandi. (2013). Antara Pluralisme Liberal dan Toleransi Islam. Jurnal Kalimah, Vol. II, No. 2.
Saekan, Mukhamad. (2017). Ideologi Kemanusiaan dalam Pendidikan Agama Islam. Jurnal Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam), Vol. 12, No.1.
Saifullah, Izzuddin. (2016). Sikap Toleransi dalam Menghadapi Perbedaan Ideologi Keagamaan pada Aktivis IMM di Kota Yogyakarta. SKRFAI 217, di http://repository.um/ac.id.
Salam, Misbahus. (t.t). Posisi Agama dalam Politik, Jurnal Walison.
Serambi Indonesia Online. (2017). aceh.tribunnews.com/2017/03/23/prof-farid-produk-komunis-itu-sudah-permanen-di-indonesia.
Serambi Indonesia Online. (2016). aceh.tribunnews.com/2016/ 10/28/integrasikan-ilmu-untuk-kemajuan-aceh.
Serambi Indonseia. (2015). Rektor UIN Ar-Raniry Bermain Koordinat Kartesius dengan Siswa.
Suhaldi, Mohammad. (2014). Harmoni Antar Paham Keagamaan. Jurnal Pelopor Pendidikan, Vol. 7, No. 1.
Sumbulah. Umi. (2006). Agama, Kekerasan dan Perlawanan Ideologis, Jurnal: Islamica, Vol. 1, No. 1.
Suseno, Franz Magnis. (1994). Etika Politik: Prinsip-prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern. Jakarta: Gramedia Pustaka.
Syafe’i, Makhmud. (2008). Perkembangan Modern Dunia Islam, Bandung: Vasindo.
Tabloid Modus Aceh Online. (2016). http://petuah91.blogspot.co.id/ 2016/06/06/rektor-uin-ar-raniry-banda-aceh-prof.html?m=1.
Tahir, M. (2012). Hubungan Agama dan Negara di Indonesia dalam Pandangan Nurcholis Majid. (Jurnal: Komunikasi dan Sosial Keagamaan), Vol: XV, No. 1.
Ud, Nursyamsu M. (2017). Al-Quran sebagai Sumber dan Ideologi Pendidikan Islam. Jurnal Al-Muta’aliyah, Vol. 1, No. 1.
Wan Ramli, Wan Adli. (2014). Menangani Cabaran Liberalisme dalam Kalangan Muslim Berdasarkan Konsep Ijmak. Jurnal Usuluddin 40.
Zainuddin. (2015). Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Bumi Aksara.
Downloads
Issue
Section
License
Publication Ethics and Publication Malpractice Statement
This statement clarifies ethical behaviour of all parties involved in the act of publishing an article in our journals, including the authors, the editors, the peer-reviewers and the publisher (Directorate Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia).
Ethical Guideline for Journal Publication
The publication of an article in a peer-reviewed JES is an essential building block in the development of a coherent and respected network of knowledge. It is a direct reflection of the quality of the work of the authors and the institutions that support them. Peer-reviewed articles support and embody the scientific method. It is therefore important to agree upon standards of expected ethical behavior for all parties involved in the act of publishing: the authors, the journal editors, the peer reviewers, the publisher and the society.
Directorate Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) as publisher of this Journal takes its duties of guardianship over all stages of publishing extremely seriously and we recognize our ethical and other responsibilities. We are committed to ensuring that advertising, reprint or other commercial revenue has no impact or influence on editorial decisions.
Publication decisions
The editors of the journals are responsible for deciding which of the articles submitted to the journal should be published. The validation of the work in question and its importance to researchers and readers must always drive such decisions. The editors may be guided by the policies of the journal's editorial board and constrained by such legal requirements as shall then be in force regarding libel, copyright infringement and plagiarism. The editors may confer with other editors or reviewers in making this decision.
Fair play
An editor at any time evaluate manuscripts for their intellectual content without regard to race, gender, sexual orientation, religious belief, ethnic origin, citizenship, or political philosophy of the authors.
Confidentiality
The editor and any editorial staff must not disclose any information about a submitted manuscript to anyone other than the corresponding author, reviewers, potential reviewers, other editorial advisers, and the publisher, as appropriate.
Disclosure and conflicts of interest
Unpublished materials disclosed in a submitted manuscript must not be used in an editor's own research without the express written consent of the author.