BAKTI SOSIAL PENGOBATAN GRATIS KORBAN BANJIR BANDANG KUTACANE ACEH TENGGARA

Authors

  • Purnama Sari Cane
  • Eva Nurseptiana
  • Uci Lestari

Abstract

Peristiwa banjir bandang di Kabupaten Aceh Tenggara tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak serius terhadap kondisi psikologis masyarakat, sehingga membutuhkan penanganan yang cepat, terpadu, dan berkelanjutan. Sebagai bentuk aksi kemanusiaan, Universitas Nurul Hasanah Kutacane melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pendistribusian pengobatan Gratis, bantuan darurat, pendampingan psikososial, serta edukasi kesiapsiagaan bencana di Lawe Sagu Hulu kuatacane dan daerah terdampak lainnya. Kegiatan ini dilakukan melalui tahapan asesmen cepat, koordinasi lintas pihak, penyaluran bantuan, pengobatan gratis dan juga pemeriksaan kesehatan serta pelaksanaan trauma healing dan sosialisasi mitigasi bencana. Hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan pemenuhan kebutuhan dasar, dampak positif pendampingan psikososial khususnya bagi anak-anak, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesiapsiagaan dan tindakan darurat. Evaluasi secara kuantitatif dan kualitatif menunjukkan bahwa kehadiran tim kemanusiaan memberikan rasa aman, memperkuat solidaritas sosial, dan meningkatkan ketahanan komunitas dalam menghadapi bencana. Oleh karena itu, kolaborasi berbasis masyarakat menjadi elemen penting dalam pemulihan pascabencana dan berpotensi dikembangkan sebagai model intervensi di wilayah rawan bencana lainnya.

References

Basri, S., Rahman, A., & Hanafiah,

M.

(2021).

emergency

Community-based

response

for

flood

mitigation in rural Indonesia. Jurnal

Kebencanaan Indonesia, 8(1), 45–

BNPB. (2024). Penanganan banjir

bandang di Aceh Tenggara terus

dilakukan.

Badan

Penanggulangan

Nasional

Bencana.

https://bnpb.go.id/berita/penanganan

banjir-bandang-di-aceh-tenggara-terus

dilakukan

Cahyono, A. (2020). Trauma healing

for children in disaster-prone areas: A

community-based approach. Jurnal

Psikologi Sosial, 18(2), 112–120.

Fauzi, R., & Nurdin, N. (2022).

Strengthening local capacity for flood

disaster preparedness: Case study in

Aceh. Jurnal Manajemen Bencana,

(1),

–70.

https://doi.org/10.31289/jmb.v4i1.67

Hadikusumo, D., & Pratama, A.

(2020). Rapid assessment as an

emergency response tool in disaster

management. Journal of Emergency

Planning, 12(3), 211–223.

Hidayati,

D.

(2019).

Social

vulnerability and post-disaster recovery

in Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan

Politik, 23(1), 68–82.

International Federation of Red

Crossand Red Crescent Societies.

(2020). Psychosocial

support

in

emergencies: Guidelines for field

workers. IFRC Publications.

Lestari, W., & Sari, N. (2021).

Evaluasi

program

pendampingan

psikososial bagi anak terdampak

bencana banjir. Jurnal Pendidikan

Anak,10(1), 44–53.Maryani, E., &

Sutanto, H. (2020). Peran perguruan

tinggi

dalam pengabdian kepada

masyarakat pada daerah terdampak

bencana. Jurnal Pengabdian Nusantara,

(2), 115–128.

Mulyadi, R., dan Hasan, S. (2022).

Power relations in flood disaster

mitigation policy in Aceh Utara. Jurnal

Sospol, 12(3), 121 136.: Lessons from

Indonesian floods. Asian Journal of

Disaster Management, 5(2), 90–105.

Rahman, F., Abdullah, I., dan Yusuf,

M. (2023). Community participation in

flood management in Aceh Utara.

Journal of Community Resilience, 5(2),

102

Downloads

Published

2025-10-29