Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Upaya Pencegahan Dermatitis Kontak Iritan Pada Pekerja Cucian Motor

Penulis

  • Yulanda Ansela
  • Sugiarto Sugiarto
  • Cici Wuni

Abstrak

Pekerja pencuci motor berisiko untuk menderita dermatitis kontak iritan karena pada saat bekerja terpapar dengan bahan iritan pada sabun colek dan detergent yang digunakan. Prevalensi Dermatitis Kontak Iritan paling tinggi di wilayah kerja Puskesmas Simpang IV Sipin yaitu sebesar 1,2%. Penelitian ini penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Simpang IV Sipin pada bulan Desember s/d Januari 2020. Sampel penelitian adalah pekerja cucian motor sebanyak 57 responden dan diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan wawancara. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian diketahui 57,9% memiliki perilaku baik dalam upaya pencegahan dermatitis kontak iritan, 63,2% responden memiliki pengetahuan baik, 63,2% responden memiliki sikap positif dan 75,4% responden menggunakan APD. Ada hubungan pengetahuan (p=0,016) dengan upaya pencegahan dermatitis. Tidak ada hubungan sikap (p=0,139) dan penggunaan APD (p=0,806) dengan upaya pencegahan dermatitis. Faktor yang berhubungan dengan upaya pencegahan dermatitis kontak iritan pada pekerja cucian motor adalah pengetahuan. Diharapkan Puskesmas lebih proaktif dalam memberikan penyuluhan kepada pekerja cuci motor, khususnya mengenai upaya pencegahan penyakit dermatitis kontak iritan

 

Kata Kunci       :  Pengetahuan, Sikap, Ketersediaan APD, Pencegahan Dermatitis

 

Diterbitkan

2020-04-28

Terbitan

Bagian

Articles